Advertisement

Adnan, Tauziyah, Dzikir dan Doa Bersama Sebagai Bentuk  Kesyukuran dan Refleksi

Potolotepo, Gowa | Akhir tahun 2022 yang tersisa sehari lagi menjadi momentum bagi jajaran ASN Lingkup Pemkab Gowa dan masyarakat mengikuti Tauziyah, Dzikir dan Doa bersama yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa di Masjid Agung Syekh Yusuf, Jum’at (30/12/2022) malam.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk  kesyukuran dan refleksi karena sebentar lagi akan menyambut tahun 2023.

“Hari ini merupakan hari terakhir melaksanakan aktivitas kantor, melaksanakan tugas dan tanggungjawab di tahun 2022, karena sebentar lagi akan menyambut tahum 2023,” ungkapnya.

Adnan mengaku dipenghujung tahun 2022 ini terjadi beberapa bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem, salah satunya longsor di Kecamatan Parangloe dan Kecamatan Tiggimoncong yang menelan korban jiwa.

“Sejak tanggal 21 kemarin, BMKG merilis bahwa Indonesia dilanda cuaca ekstrim sampai tanggal 2 Januari 2023 mendatang. Akibatnya banjir dan longsor terjadi di beberapa daerah, sehingga semoga dengan ini doa kita diijabah oleh Allah dan bisa melewati cuaca ekstrim ini serta tidak ada lagi longsor-longsor susulan seperti di Parangloe dan Tinggimoncong,” tambahnya.

Terkait fokus programnya pada tahun 2023, orang nomor satu di Gowa itu menyampaikan akan terus melanjutkan lima program prioritasnya seperti di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, keagaman, UMKM dan pertanian.

“Semoga di tahun 2023 nanti menjadi tahun yang cerah, tahun dimana program yang direncanakan bisa berjalan lancar. Yang terpenting memperbaiki tahun sebelumnya dan mempertahankan yang sudah baik bahkan ditingkatkan untuk berkontribusi terhadap daerah kita tercinta. Sehingga seluruh kinerja kita dapat terukur di masa yang akan datang,” sebutnya.

Olehnya ia berharap melalui tauziyah, zikir dan doa bersama, masyarakat dan Kabupaten Gowa bisa terhindar dari bencana-bencana yang ada dan tahun 2023 target pelaksanaan program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa bisa tercapai.

Sekadar diketahui pada tauziyah, dzikir dan doa bersama ini turut diikuti Sekretaris Daerah Gowa Kamsina, Ketua TP PKK Gowa Priska Paramita, Dandim 1409 Gowa, dan perwakilan seluruh Forkopimda.(NH/**)

Adnan Apresiasi Pendirian Unibos di Kabupaten Gowa

Potolotepo, Gowa | Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan ikut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Pertanian Universitas Bosowa (Unibos) di Desa Bontoramba Kecamatan Pallangga, Jum’at (30/12/2022).

Adnan dalam sambutannya mengaku menyambut baik dibangunnya Gedung Fakultas Pertanian Unibos di Kabupaten Gowa. Menurutnya tentu ini akan membantu Pemerintah Kabupaten untuk memajukan pertanian di Kabupaten Gowa.

“Apabila Universitas Bosowa mau mengembangkan pertanian di Kabupaten Gowa maka saya Pemerintah Kabupaten Gowa memberikan apresiasi dan terima kasih,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.

Apalagi kata Adnan, pertanian menjadi sektor unggulan Kabupaten Gowa. Dirinya menyebutkan bahwa 60 persen Kabupaten Gowa adalah sektor pertanian. Begitupun saat pandemi Covid-19 perekonomian Kabupaten Gowa bisa tetap tumbuh positif di saat semua dearah di Sulsel mengalami kontraksi ekonomi.

“Kita bisa tumbuh walaupun hanya 1 persen. Ini karena Kabupaten Gowa merupakan penopang seluruh pertanian perkebunan khususnya hortikultura untuk masyarakat ada di Makassar dan daerah lainnya.

Lanjut Adnan, pertanian harus terus dikembangkan untuk menjawab peluang yang ada. Salah satu peluang yang harus ditangkap katanya, di Gowa ini adalah kebijakan Pemerintah Pusat untuk memindahkan Ibukota Negara ke Kalimantan Timur.

Peluang ini harus bisa diambil Sulawesi Selatan khususunya Kabupaten Gowa untuk menjadi penyuplai kebutuhan dan lumbung pangan bagi Ibukota Negara baru di Kalimantan Timur.

“Kalau ini mampu kita tangkap dengan baik maka kita mampu mempertahankan Kabupaten Gowa dan Sulawesi Selatan, sebagai lumbung pangan Indonesia. Kalau kita mampu mempertahankan Gowa dan Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan, maka yang terpenting adalah perbaiki pertanian kita,” ungkapnya.

Selain itu, Adnan juga berharap kehadiran Gedung Fakulatas Pertanian Unibos ini di Kabupaten Gowa bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya yang ada di Kecamatan Pallangga. Olehnya itu, kedepan ia berharap ada desa dan kelurahan binaan Fakultas Pertanian Unibos di Kecamatan Pallangga.

“Kalau ada desan san kelurahan binaan, maka mahasiswa Fakutas Pertanian Universitas Bosowa bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang di dapat di tengah-tengah masyarakat. Kalau ada desa dan kelurahan yang sukses di Kecamatan Pallangga ini, yakin dan percaya kecamatan lain akan mencontoh,” tambahnya.

Sementara itu, Founder Bosowa, Muh Aksa Mahmud mengatakan Gedung Fakultas Pertanian Unibos di Kabupaten Gowa akan memiliki fasilitas lengkap seperti laboratorium. Dirinya berharap mahasiswa Fakultas Pertanian Unibos bisa langsung praktek.

“Jangan lagi melahirkan alumni yang banyak teori, tapi lahirkanlah yang banyak praktek. Lebih banya berpraktek dari pada teori. Semua alumni lahir sebagai orang dan keluar siap pakai,” ungkapnya.

Turut hadir Rektor Unibos, Prof. Batara Surya bersama civitas Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, Camat bersama desa dan Lurah se-Kecamatan Pallangga. Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan aset Kebun Pallangga Gowa kepada yayasan Bosowa Universitas Bosowa. (JN/**)

Blok Mandiodo Nasibmu Kini

Potolotepo, Gowa | Eksistensi dan perhatian Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB) terus berlanjut atas kerusakan lingkungan yang terjadi di Blok Mandiodo di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Bukan hanya itu, adanya tumpang tindih 11 Izin Usaha Pertambangan (IUP-red) salah satunya PT KMS 27 (Karya Murni Sejahtera 27) dibawah naungan Direktur Tri Wichaksono yang mendapatkan izin dari Bupati, diduga masih saja melakukan kegiatan eksplorasi hingga produksi secara ilegal,” ujar Presiden TIB, Jum’at (30/12/2022).

Presiden TIB, Syafriadi Djaenaf Dg Mangka mengatakan seharusnya setelah adanya putusan Mahkamah Agung, maka seluruh kuasa pertambangan (dari 11 IUP) yang diterbitkan oleh Bupati Konawe Utara pada saat itu dibatalkan dan secara hukum tidak boleh lagi melakukan aktivitas penambangan.

“Ini tugas Gubernur hingga Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) agar ke sebelas (11 IUP) tersebut dihentikan aktivitasnya melakukan penambangan meskipun kenyataannya tidak mudah di lapangan namun itu wajib sesuai dengan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Beberapa perusahaan seperti PT KMS 27, PT Sriwijaya dan PT Wanagon Anoa Indonesia masih juga melakukan aktivitas penambangan dengan mengindahkan putusan Mahkamah Agung, ini negara hukum dan negara harus hadir menyelesaikan persoalan di blok Mandiodo,” tegas Presiden TIB.

“Aktivitas penambangan PT Karya Murni Sejahtera 27 (KMS 27) di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga telah berdampak pada pencemaran lingkungan di daerah lingkar tambang. Warga setempat mengatakan sumber-sumber air bersih di kawasan penambangan telah rusak, khususnya di Desa Lamondowo, Kecamatan Andowia.

Lanjutnya, izin IPPKH ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di duga ada kejanggalan penerbitan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan PT KMS 27, penelusuran kami bahwa PT KMS 27 tidak terdaftar sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Blok Mandiodo,” pungkas Dg Mangka.

Sementara Try Wicaksono selaku Direktur PT KMS 27 saat di konfirmasi via SMS WhatsApp, Kamis (29/12/2022) mengatakan bahwa perusahaan kami sudah lama tidak beroperasi lagi di Blok Mandiodo yang ada konsorsium MTT, perihal ijin operasionalnya katanya berakhir di bulan Juli 2022,” balasnya via WhatsApp.

Disentil media ini terkait informasi bahwa ada dugaan aliran dana atau transferan dari pemilik PT KMS 27 inisial AK ke salah satu anggota DPR RI komisi lll atas nama AF (inisial) pada tahun 2019 dijawab santai via WhatsApp oleh pak Try “Gak ada”, tutupnya.

Menanggapi hal itu, Presiden TIB, Syafriadi Djaenaf mengatakan, bahwa dalam hal ini Tim Investigasi lembaga kami sampai sekarang masih bekerja di lapangan dan terkait tanggapan Pak Try yang menampik adanya dugaan dana yang mengalir ke salah satu anggota DPR RI komisi lll pada tahun 2019 itu akan kami koordinasikan dengan pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dari kebenaran informasi tersebut,” terang Syafriadi. (*TIB)

Wabub Gowa, Cuaca Ekstrim Ini Waspadai Banjir, Tanah Longsor Maupun Angin Puting Beliung

Potolotepo, Gowa | Wakil Bupati Gowa selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gowa, H Abd Rauf Malaganni memimpin rapat koordinasi pengurus dan staf Markas PMI Kabupaten Gowa di Ruang Rapat Wakil Bupati Gowa, Kantor Bupati Gowa, Selasa (27/12/2022).

Ia mengatakan bahwa rapat ini dalam rangka menghadapi cuaca ekstrim yang diprediksi akan terjadi di wilayah Kabupaten Gowa. Menurutnya, sesuai rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan di Sulawesi Selatan termasuk di Kabupaten Gowa cukup tinggi.

“Dengan cuaca yang cukup ekstrim saat ini tentu ada beberapa potensi yang patut kita waspadai, seperti banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung,” ujarnya.

Olehnya itu, ia meminta agar staf markas dan relawan PMI untuk siap siaga terhadap bencana-bencana alam yang berpotensi terjadi di Wilayah Kabupaten Gowa. Menurutnya kehadiran PMI sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat.

“Kita ini organisasi kemanusiaan dan situasi seperti saat ini Relawan PMI harus hadir di tengah-tengah masyarakat membantu masyarakat yang membutuhkan. Kalau bisa kita yang pertama hadir dilokasi tersebut,” harapnya.

Selain itu, Kr Kio sapaan Wakil Bupati Gowa juga berharap kepada seluruh relawan PMI Kabupaten Gowa untuk bekerja dengan ikhlas membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan PMI tentu akan menjadi amal ibadah.

Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada relawan PMI Kabupaten Gowa yeng selama ini turut membantu dalam setiap bencana, seperti yang terjadi baru-baru ini, yaitu bencana longsor di Kecamatan Parangloe dan Tinggimoncong. Dirinya juga berharap staf markas dan seluruh relawan PMI Kabupaten Gowa menjaga kebersamaan dan kekompakan.

“Jika ada kejadian kita harus yang pertama ada di lokasi, ini untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa PMI ada di Kabupaten Gowa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya. (**)

Bupati Gowa, Koordinasi Dengan BNPB Ganti Rumah Warga Terdampak Longsor

Potolotepo, Gowa | Pemeritah Kabupaten Gowa akan menggantikan rumah terdampak longsor di Kecamatan Parangloe dengan bekerjasama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk membangunkan rumah bagi para korban longsor yang ada di Kecamatan Parangloe,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat meninjau titik longsor di Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe, Senin (26/12).

Adnan pun meminta agar camat setempat mencari lokasi yang aman dari longsor dan strategis. Rumah yang akan dibangunkan nantinya berkonsep tahan gempa dengan menggunakan dana rehabilitasi dan rekonstruksi dari BNPB.

“Total 12 rumah, sudah termasuk rumah yang terdampak dengan longsor sebelumnya, nanti akan dibangunkan. Karena hasil koordinasi saya dengan BNPB kita akan ajukan dana rehabilitasi dan rekonstruksi atau dana RR, salah satu yang kita masukkan pembangunan rumah untuk mereka yaitu rumah tahan gempa,” jelasnya.

Adnan pun mengimbau, untuk korban yang rumahnya tertimbun longsor agar sementara waktu mengungsi di rumah keluarga masing-masing. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya bencana susulan yang tidak diinginkan.

## Akses Jalan Malino Berhasil Dibuka

Setelah sempat terputus akibat tertimbun material longsor, saat ini Jalan Poros Malino di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe sudah bisa diakses oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Hal ini berkat kerjasama seluruh tim relawan yang bekerja keras sejak terjadinya gempa hingga saat ini.

“Alhamdulillah saat ini sudah bisa dilalui kendaraan dan normal dan seluruh pasokan kebutuhan pokok sudah bisa terdistribusi normal kembali seperti biasa,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Selain akses jalan poros Malino yang sudah kembali normal, korban jiwa akibat longsor atas nama Dg Lewa juga berhasil ditemukan.

Pada kesempatan ini, Adnan didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Iksan Parawansa juga menyerahkan bantuan dari BNPB. Bantuan sebesar Rp 250 juta ini untuk penanganan longsor dan operasional relawan selama di lokasi longsor.

“Saya juga menyerahkan batuan logistik untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat yang difungsikan dan semua orang yang terlibat dalam penanganan longsor makannya terjamin,” ujar Adnan.

Sementara itu, Camat Parangloe, Muh Nur Agung menyampaikan terimakasih atas kedatangan Bupati Gowa yang sekaligus menyerahkan bantuan. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu masyarakat dan relawan yang ada di lapangan.

“Karena memang untuk penanganan kejadian ini kebutuhan tersebut yang menjadi hambatan-hambatan selama ini, dan kami tripika kecamatan beserta seluruh lapisan masyarakat sangat bersyukur dengan bantuan tersebut dan mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah,” ucapnya. (**)

Usai Menetapkan 14 Tersangka Kasus BNPT, Polda Sulsel Terima Penghargaan

Potolotepo, Makassar | Polda Sulawesi Selatan menerima penghargaan dari Kementerian Sosial atas pengungkapan kasus korupsi penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Covid-19. Polda Sulsel menetapkan 14 tersangka dalam kasus ini.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana beserta jajarannya. Turut menerima penghargaan Wakapolda, Direktur Ditkrimsus, Wadirkrimsus, Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus, serta 24 penyidik lainnya. Penyerahan penghargaan berlabgsung di Aula Mappaodang Polda Sulsel, Senin sore (26/12/2022).

Tri Rismaharini menyampaikan terima kasihnya atas pengungkapan kasus ini. Kata dia, dari sejumlah wilayah di Indonesia, baru di Polda Sulsel penanganan kasus korupsi bantuan sosial bisa terungkap.

“Saya ucapkan terima kasih, ini kasus pertama kali yang bisa dipecahkan, saya terima kasih. Polda Sulsel telah membongkar masalah korupsi BPNT. Ini kasus yang pertama terbuka (terungkap), tapi untuk yang bansos PKH sudah beberapa dibuka (daerah lain),” ucap Rismaharini.

Mantan Wali Kota Surabaya itu juga menyampaikan alasan pihaknya memberikan penghargaan agar menjadi dorongan bagi Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menindak para pelaku korupsi, khususnya kasus korupsi bantuan sosial. Menurutnya, bantuan ini seharusnya diberikan kepada masyarakat kurang mampu tapi malah dimanipulasi oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Rismaharini menyebutkan, dalam pengungkapan kasus ini tentu tidak mudah. Sebab ada banyak orang yang harus diperiksa dan itu bisa dilalukan oleh penyidik Polda Sulsel.

Bahkan di tengah-tengah sambungnya Rismaharini sempat meneteskan air mata menyimbolkan rasa empatinya terhadap masyarakat kurang mampu yang seharusnya mendapatkan bantuan akibat pandemi Covid-19 namun dikorupsi.

Tak hanya itu, diapun sempat turun dari atas mimbar memberikan hormat kepada Kapolda Sulsel dan seluruh jajarannya yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai ucapan terima kasihnya.

“Nah yang ini prosesnya tidak mudah, cukup lama karena memang saya tahu pasti pemeriksaan saksi sekian banyak dan dengan waktu yang cukup panjang. Mudah-mudahan ini bisa mendorong jajaran yang lain agar mampu mengungkap kasus ini. Bayangkan saja hak orang miskin dipotong, saya berharap tidak ada lagi kasus seperti ini, memotong hak masyarakat miskin demi keuntungan diri sendiri,” pesannya.

“Bayangkan bantuan yang hanya Rp 200 ribu, itu ketemunya Rp 25 miliar. Kan Rp 200 ribu yang diberikan, tapi taruhlah Rp 150 ribu, berarti Rp 50 ribunya dikorupsi. Bayangkan Rp 50 ribu kali sekian sampai ketemu 25 miliar. Saya memang banyak mendengar dan beberapa laporan. Tapi prosesnya sangat panjang, sehingga butuh waktu dan ini BPNT bisa dipecahkan oleh Polda Sulsel. Kami berharap kasus dan modus seperti ini,” tambahnya.

Lebih jauh, Rismaharini menjelaskan dalam Peraturan Menteri (Permensos) tidak ada istilah pemaketan bantuan. Sebab kebutuhan setiap orang dianggap berbeda.

Model pemaketan barang dalam penyaluran bantuan sosial disebut adalah salah satu modus untuk mengambil keuntungan.

“Setiap orang kebutuhannya beda-beda. Mungkin saat ini dia punya beras, tapi tak punya daging (lauk). Di aturannya tidak boleh dipaketkan. Itu sebenarnya modus,” ujarnya.

Melalui pengungkapan kasus bantuan sosial yang dilakukan Polda Sulsel, Rismaharini berharap aparat penegak hukum di daerah-daerah lain di Indonesia juga segera bergerak menuntaskan kasus yang sama. Disebutkan di beberapa daerah seperti Banten, Jawa Barat kasus serupa juga tengah berproses.

“Saat ini kita sudah kerja sama dengan Polda lain maupun Polres dan juga APH lain untuk penanganan bansos ini. Ini sudah ada beberapa tersangka dari beberapa kabupaten, kita berharap ini menjadi shock therapy untuk yang ingin atau berkeinginan atau yang sedang melakukan itu (korupsi),” tutur Rismaharini.

Motivasi Bagi Polda Sulsel

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan bahwa penghargaan ini pastinya akan menjadi motivasi dalam pelaksanaan tugas kebdepannya. Khususnya dalam pengusutan dan penuntasan kasus BPNT yang disebut masih dalam proses pengembangan.

“Ini suatu kebanggaan kami dalam pemberian penghargaan, tentunya penghargaan ini menjadikan semangat, motivasi bagi kami. Kami akan konsisten terus mengungkap kasus korupsi di Sulsel,” ucapannya.

Pihaknya juga disebut sudah menetapkan 14 orang menjadi tersangka korupsi BPNT ini. Para tersangka berasal dari Kabupaten Takalar, Bantaeng, dan Sinjai. Di mana tiap daerah memiliki kerugian negara, yang berbeda-beda.

Di Kabupaten Takalar kerugian negara Rp 13 miliar lebih, Bantaeng Rp 7 miliar lebih, dan Sinjai Rp 6 miliar lebih.

“Berdasarkan audit BPK, kerugian negara sampai Rp 25 miliar. 14 tersangka itu di antaranya 4 orang dari Sinjai, 4 dari Bantaeng, dan 6 dari Takalar. Berdasarkan fakta dan perbuatan, adanya supplier yang menyalurkan bahan pangan paket ke agen e-warung. KPM (keluarga penerima manfaat) tidak bisa menentukan waktu pembelian, jumlah, jenis dan kualitas bahan pangan. Koordinator dan supplier menentukan sehingga nilai manfaat KPM lebih kecil,” terangnya.

Adapun yang ditetapkan sebagai tersangka yakni 4 orang dari Kabupaten Sinjai, AR, IN, AA, dan AI, Kabupaten Takalar 6 orang, ZN, MR, RY, AM, RA, dan AF, dan Kabupaten Bantaeng 4 orang, AF, Z, AM, dan RA. Modusnya adalah mark up atau mengurangi indeks kemudian menyalurkan jenis barang yang tidak sesuai dengan ketentuan sehingga hasil audit begitu besar.

Laksus Beri Apresiasi

Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus) memberi apresiasi atas kinerja penyidik Polda Sulsel yang telah berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi BPNT Covid-19. Kinerja Polda Sulsel dinilai sangat membanggakan.

“Kami sangat mengapresiasi. Semoga ini bisa dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan,” kata Direktur Laksus Muhammad Ansar, Senin (26/12/2022).

Ansar berharap ke depan Polda sulsel, lebih bekerja maksimal. Fokusnya pada penyelamatan dan pemulihan keuangan negara.

“Selain pemberian efek jera, fokus kepada pengembalian serta pemulihan kerugian negara. Polda Sulsel harus mengambil langkah-langkah dengan melakukan sita aset terhadap milik tersangka korupsi,” ujarnya.

Ansar menjelaskan, korupsi adalah kejahatan luar biasa yang bukan hanya merugikan uang negara, tetapi dapat berdampak pada seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, korupsi juga merupakan kejahatan yang merampas hak rakyat untuk menikmati pembangunan dan pelayanan publik.

“Karenanya ke depan Polda Sulsel harus senantiasa dapat menjaga dan terus berupaya dalam rangka pemberantasan korupsi di Sulsel,” imbuh Ansar. (**)

Gowa Terima Terima Operasional Penanganan Darurat Bencana BNPB

Potolotepo, Gowa | Pemerintah Kabupaten Gowa mendapat bantuan total senilai Rp 350 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan bencana banjir dan longsor.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang diserahkan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kantor Bupati Gowa, Senin (26/12/2012).

Bupati Adnan mengatakan, ada dua jenis bantuan yang diserahkan oleh pemerintah pusat yakni Rp 100 juta dalam bentuk selimut 2.000 pcs dan Rp 250 juta untuk operasional penanganan darurat bencana.

“Alhamdulillah hari ini kita mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui BNPB RI, ini kita langsung serahkan senilai Rp 250 juta dana siap pakai kepada camat dan tripika setempat untuk penanganan longsor dan bantuan operasional selama di lapangan, ditambah bantuan logistik berupa selimut untuk memastikan semua masyarakat yang mengungsi bisa tertangani dengan baik,” katanya.

Dirinya mengaku, pemerintah daerah akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait penanganan bencana. Terbukti dirinya bersama TNI-Polri dan SKPD terkait turun langsung melakukan peninjauan di Kecamatan Parangloe.

“Kita terus memantau progres penanganan bencana, alhamdulillah sekarang tim sedang berusaha membuka akses jalan yang tertimbun akibat longsor,” jelasnya.

Sementara Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan mengungkapkan pemerintah pusat berupaya memberikan penanganan secepat mungkin kepada daerah-daerah yang terjadi bencana.

“Kebijakan pemerintah pusat jangan sampai masyarakat terlalu lama menderita sehingga kebutuhan logistik harus terpenuhi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk percepatan, pihaknya meminta pemerintah daerah mengeluarkan SK tanggap darurat sebagai kelengkapan admintrasi agar penanganan bisa tertangani.

“Kita berikan secara simbolis sembari dilakukan kelengkapan administrasi. Di Sulsel sendiri ada enam lokasi yang kita kunjungi yaitu Gowa, Maros, Makassar, Takalar, Wajo dan Soppeng,” jelasnya. (**)

Bupati Gowa Instruksikan Dirikan Posko Siaga Bencana di Kecamatan Hingga Desa

Potolotepo, Gowa | Cuaca ekstrim yang terjadi di Sulawesi Selatan mengakibatkan terjadinya berbagai bencana baik banjir dan longsor di sejumlah kabupaten dan kota. Salah satunya di Kabupaten Gowa.

Untuk melakukan penanganan bencana, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memerintahkan SKPD terkait, camat, desa hingga kelurahan untuk membuat posko siaga bencana dengan menyiapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan.

“Kami minta membangun posko siaga bencana khususnya posko kabupaten yang dipusatkan di Kantor BPBD Kabupaten Gowa, begitupun di kecamatan dan setiap desa/kelurahan harus ada,” ungkapnya, saat memimpin Coffee Morning Para Pimpinan SKPD dan Camat Lingkup Pemkab Gowa di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Senin (26/12/2022).

Adnan menyebutkan, cuaca ekstrim ini diprediksi terjadi hingga awal Januari 2023 mendatang. Pasalnya BMKG merilis ada lima wilayah di Indonesia yang masuk dalam klasifikasi awas.

“Beberapa jam lalu BMKG merilis cuaca ekstrim diprediksi berlanjut hingga 2 Januari 2023. Ditambah rilis dari BMKG pusat membagi masing-masing daerah sesuai dengan klasifikasinya yaitu zona hijau tidak ada peringatan, kuning waspada, orange siaga, dan merah awas. Dimana ada lima provinsi yang masuk klasifikasi awas, salah satunya Sulawesi Selatan dan Gowa termasuk di dalamnya,” sebutnya.

Olehnya ia berharap setiap tahunnya saat memasuki Desember, posko siaga bencana sudah harus aktif agar ketika terjadi bencana dapat ditangani secepat mungkin.

“Diingatkan setiap memasuki Desember Posko Siaga Bencana sudah harus ada tanpa diminta. Begitupun kepada DLH untuk tidak berhenti melakukan pemangkasan pohon khususnya di jalan-jalan poros,” harap Adnan.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Iksan Parawansah mengatakan pihaknya sudah sejak dulu mendirikan posko bencana, terlebih November lalu saat terjadi longsor di Kecamatan Parangloe.

“Posko siaga bencana kita dari dulu sudah ada, namun yang mungkin harus digalakkan adalah posko di kecamatan. Untuk peralatan yang kami siagakan adalah perahu karet, perahu fiber, mobil, ambulance, tambak dan akan ditambahkan lagi alat berat agar ketika dibutuhkan pergerakannya bisa cepat,” katanya.

Ia mengimbau, agar sementara waktu masyarakat tidak beraktivitas di bantaran sungai dan di wilayah rawan longsor karena saat ini Kabupaten Gowa masuk dalam kategori siaga.

“Untuk masyarakat baik di dataran tinggi maupun dataran rendah karena sangat rawan longsor dan banjir untuk berhati-hati dalam cuaca yang ektrim ini. Termasuk yang melakukan kegiatan di bantaran sungai untuk menghentikan sementara waktu,” tutupnya. (**)

Presiden TIB Apresiasi AKBP Priyo Utomo Jadi Kapolres Konawe Utara

Potolotepo, Gowa | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk AKBP Priyo Utomo, SH.,S.IK. sebagai Kapolres Konawe Utara lantaran prestasi dan kinerjanya selama menjabat Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra dalam memberantas praktik-praktik illegal mining di Sulawesi Tenggara (Sultra)

Priyo Utomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra. Dia dimutasikan sebagai Kapolres Konawe Utara.

Presiden Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB), Syafriadi Djaenaf Dg Mangka mengucapkan selamat dan mengapresiasi penunjukan AKBP Priyo Utomo sebagai Kapolres Konawe Utara. “Dia punya prestasi yang luar biasa selama berada di Tim Tipidter Polda Sultra dalam memberantas praktik-praktik illegal mining di Sultra, Senin (26/12/2022).

“Priyo pasti tahu apa yang harus dilakukan untuk memberantas illegal mining diwilayahnya karena dia paham betul situasi dan kondisi serta pelaku utama illegal loging di Konawe Utara,”ucap Dg Mangka

“Kami yakin Priyo Utomo sebagai Kapolres Konawe Utara yang baru maka akan menjadi neraka bagi pelaku illegal mining dan illegal loging di blok Mandiodo.

“Dg Mangka menjelaskan TIB mulai melakukan pengawasan dan pemantauan khusus aktivitas illegal mining dan illegal loging di Konawe Utara sejak adanya surat yang masuk dari beberapa lembaga di Sulawesi Tenggara untuk membantu mereka mengawal dan menghentikan aktivitas illegal mining di wilayah mereka

Lanjut imbuhnya, melalui TIB dan partner media, kami langsung merespon melalui ketua umum Satuan Khusus Nasional ( SAKNAS Tanggap Bencana), Isra Aksan sebagai mitra lembaga kami di Sultra. Januari nanti kami akan melakukan kunjungan ke Konawe Utara untuk memberi semangat dan dukungan kepada teman teman aktivis yang berjuang menolak illegal mining dan illegal loging,”tutupnya

Diketahui Tim Tipidter Polda Sultra langsung menggelar operasi pemberantasan praktik penambangan tanpa ijin di Sulawesi Tenggara yang berpotensi merugikan negara, sehari setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan ilegal mining, ilegal loging, judi online hingga narkoba.

Pada pelaksanaan operasi bersih-bersih tersebut, total sudah ratusan alat berat jenis Excavator dan puluhan kendaraan Dump Truk yang diamankan Tipidter Polda Sultra dari oknum dan perusahaan yang melakukan praktik penambangan tanpa ijin. (**)

H. Abd Rauf Malaganni Didampingi Kadis PUPR Sambangi Titik Longsor di Desa Lonjoboko, Gowa

Potolotepo, Gowa | Curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir ini di wilayah Sulawesi Selatan termasuk di Kabupaten Gowa menyebabkan bencana alam, salah satunya tanah longsor di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe.

Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Malaganni didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa, Rusdi Alimuddin meninjau langsung titik longsor di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Minggu (25/12/2022).

“Dari laporan yang kami terima longsor menutup akses jalan Malino, beberapa rumah terkena longsor dan 1 orang diduga meninggal dunia yang sementara masih dilakukan pencarian,” ujarnya.

Lanjut Abd Rauf, pemerintah bersama TNI Polri dan sejumlah relawan akan terus melakukan perbersihan material longsor dan pencarian korban. Dirinya berharap kondisi cuaca bisa membaik sehingga penanganan dan pencarian korban berjalan dengan baik.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi longsor mengingat kondisi masih belum kondusif dan masyarakat untuk mengungsi apabila situasi di sekitar rumah ada potensi longsor,” harapnya.

Sementara itu, Camat Parangloe, Muh Nur Agung mengatakan saat ini akses yang telah terbuka diperkirakan sudah mencapai 50 meter dan masih ada sekitar 20 meter yang akan dibersihkan. Dirinya menyebutkan bahwa pembersihan meterial longsor juga terkendala beberapa batu besar yang berada di tengah badan jalan.

“Namun saat ini proses pencarian korban dan pembersihan material kita hentikan karena kondisi sudah malam hari, mencegah tidak terlihatnya jika ada longsoran susulan mengingat kondisi di sekitar masih labil,” ungkapnya.

Selain 1 (satu) orang korban jiwa yang diduga meninggal dunia, Muh Nur Agung juga menyebutkan ada 5 (lima) rumah warga dan 2 (dua) warung terkena longsor serta beberapa tiang listrik roboh.

“Korban meninggal dunia diduga satu orang atas nama Dg Lewa masih proses pencarian. Kemudian pihak PLN telah turun untuk menangani beberapa tiang listrik yang tumbang akibat longsor tersebut,” tambahnya. (**)