Advertisement

LPP Lsm Perak Pantau Pemilu di 24 Kab/Kota se Sulawesi Selatan

Potolotepo, Makassar | Lembaga Pemantau Pemilu (LPP) LSM PERAK meminta Komisi Pemilihan Umum se-Sulawesi Selatan dan Bawaslu se-Sulsel memberikan atensi dan pengawasan ketat dan melekat terkait perekrutan penyelenggara pemilu tingkat KPPS dan PTPS.

Pasalnya, PERAK mencium adanya dugaan kelalaian atau kesengajaan dalam perekrutan tersebut. Dimana PERAK telah mengidentifikasi beberapa nama-nama yang ikut dalam perekrutan diduga terlibat tim sukses peserta pemilu atau bahkan terdaftar sebagai anggota partai politik pada sistem informasi partai politik (Sipol).

“Tim kami sudah bergerak di 24 Kab/Kota se-Sulsel jadi sudah banyak hasil investigasi dan pemantauan di lapangan yang masuk ke kami begitupun banyaknya pengaduan pelanggaran,” ucap Adiarsa MJ, SH Ketua Umum LSM PERAK Indonesia kepada awak media saat melakukan press conference di salah satu Cafe di Kota Makassar, Selasa (26/12/2023).

Menurutnya, KPU dan Bawaslu se-Sulsel harus turun melakukan identifikasi track record KPPS tersebut di warga.

“Mereka ini nantinya ujung tombak pemilu di lapangan maka akan rusak negara kita kalau mereka ini bekerja untuk kepentingan peserta pemilu,” tambahnya.

Lanjut Adiarsa, berdasarkan sumber data dan informasinya di Takalar saja banyak pendaftar KPPS teridentifikasi di Sipol begitupun di Makassar sudah ada PPK dan PPS yang dipecat karena menerima pemberian uang dari Caleg.

Adiarsa juga mengatakan, selain independensi penyelenggara pemilu yang harus dijamin juga menghawatirkan kalau peserta pemilu seperti caleg atau Capres malah melakukan persekongkolan dengan mereka oknum penyelenggara pemilu untuk kepentingannya. Jadi, perlu atensi perhatian khusus ke penyelenggara bukan cuma KPPS namun PPS dan PPK juga di tingkat Kecamatan.

“Kami juga sudah siapkan Tim Hukum 40 Pengacara untuk mendampingi pada saat pelaporan, saksi dan Sidang sengketa pelanggaran pemilu baik pidana maupun administrasi,” ungkapnya.

Adiarsa menegaskan, pihaknya akan menjadi garda terdepan bagi Caleg atau Capres yang melakukan pelanggaran di lapangan. Dimana anggotanya di lapangan sudah bergerak dalam beberapa bulan ini secara aktif, terstruktur dan masif.

“Baik money politik, persekongkolan dengan penyelenggara pemilu dan pelanggaran pemilu lainnya pastinya akan berhadapan dengan kami demi pemilu yang berkualitas dan demokrasi yang berintegritas,” kata Adiarsa.

Diketahui lembaga pemantau pemilu LSM PERAK terdaftar di Bawaslu RI di urutan 17 Se-Indonesia dengan nomor akreditasi 0044.C/HM.02.01/K.SN/7/2023. Salah satu tugas Lembaga Pemantau Pemilu melakukan pengumpulan informasi penyelenggaraan pemilu atau berkaitan dengan pelaksanaan pemilu. (**)

Lsm Perak Siapkan Aksi, Geruduk Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Selayar

Potolotepo, Selayar | Setelah melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (puldata pulbaket) di lapangan, PERAK siapkan laporan resmi ke penegak hukum dan aksi demo unjuk rasa besar-besaran pada Proyek preservasi jalan dan jembatan Kepulauan Selayar milik Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Sulawesi Selatan yang diduga bermasalah.

Proyek pekerjaan jalan yang dikerjakan CV Delima Indah Pratama selaku Kontraktor diduga tidak memenuhi kriteria tekhnis jalan sesuai peraturan Menteri Pekerjaan Umum No : 19/PRT/M/TH 2011 tentang persyaran tekhnis jalan dan kriteria perencanaan tekhnis jalan yang memuat tentang ketentuan tekhnis yang harus dipenuhi oleh suatu ruas jalan agar jalan dapat berfungsi secara optimal memenuhi standar pelayanan minimal dan melayani lalu lintas dan angkutan jalan.

Namun pada proses pelaksanaannya, berdasarkan hasil investigasi dan penelusuran LSM PERAK menemukan pekerjaan ruas jalan tersebut diduga dilaksanan tanpa prosedur kerja yang benar, sehingga hasilnya pun kelihatan asal jadi.

“Proyek tersebut dapat kita lihat kerusakan pada spot tertentu pada ruas jalan yang seharusnya hasil pekerjaan bisa tahan sampai beberapa tahun sesuai standar perencanaan. Kerusakan yang terjadi diantaranya distorsi dan retak yang disebabkan kurangnya pemadatan pada proses pekerjaan pemadatan dan penggunaan agregat yang diduga tidak memenuhi standar mutu,” ungkap Burhan Koordinator Divisi Hukum dan Pelaporan LSM PERAK Indonesia kepada awak media, Rabu (20/12/2023).

Lanjut Burhan, begitupun campur aspal yang tidak homogen dikarenakan kadar aspal rendah serta suhu yang tidak sesuai dengan job mix formula yang direncanakan sehingga terjadi kerusakan dini serta gagal struktural dan gagal fungsional.

“Melihat kondisi jalan sekarang sudah ada indikasi terjadi pembiaran dari pihak Konsultan Pengawas dan juga PPK yang harus bertanggung jawab dalam mengawasi kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor,” tambah Burhan.

Pihaknya juga menduga terjadi kesalahan dari segi penerapan target kualitas dan kuantitas dalam penyelesaian setiap tahapan pekerjaan yang tidak bisa tercapai dengan baik ujungnya masuk kategori kegagalan kontruksi.

“Kami sudah siapkan puldata dan baketnya, awal tahun kami masukkan laporannya secara resmi ke APH apakah itu Kejati Sulsel atau Polda Sulsel. Dan tentunya dibarengi dengan aksi demo mendesak Kepala Satker dan PPK nya dicopot dari Kementrian,” pungkasnya.

Lanjut Burhan mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat permintaan klarifikasi ke pihak PPK dan Satker yang bersangkutan namun tidak ada jawaban. Sehingga kami berkesimpulan memang ada dugaan kuat permasalahan dan pelanggaran pada proyek ini.

Lebih jauh Burhan membeberkan, jika pihaknya menduga ada penyalahgunaan wewenang dan jabatan dalam proyek ini yang dilakukan Kepala Satker dan PPK untuk memperkaya diri sendiri termasuk dugaan pemberian fee dari kontraktor.

Proyek preservasi jalan dan jembatan memakan anggaran APBN Rp. 9.767.132.738. dengan nomor kontrak : HK.02.01/PPK 1.2 SULSEL/APBN/01, Tanggal 10 Januari 2022. Masa pelaksanaan 356 hari kalender dengan Konsultan Pengawas PT. Tribina Marta Carya Cipta. (**)

Panwascam Panakkukang Himbau Peserta Pemilu Patuhi Peraturan Pemasangan Alat Peraga Kampanye

Potolotepo, Makassar | Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Panakkukang menghimbau kepada para peserta pemilu 2024 agar mematuhi aturan terkait kampanye, khususnya aturan mengenai pemasangan alat peraga kampanye (APK Peserta Pemilu) di jalan raya.

Ketua Panwaslu Kecamatan Panakkukang, Iswan Afandi mengatakan, terdapat 12 ruas jalan yang dilarang untuk memasang Alat Peraga Kampanye. Ada 12 ruas jalan yang dilarang berdasarkan surat dari walikota makassar bernomor: 970/2333//Bapenda/XI/2023 tanggal 22 November 2023 dan Surat Keputusan KPU Nomor 439 tahun 2023 tentang penetapan pemasangan alat peraga kampanye dan lokasi rapat umum kampanye pemilihan umum tahun 2024.

“Adapun 12 ruas jalan terlarang pemasangan APK di Makassar, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Penghibur, Jalan Haji Bau, Jalan Somba Opu, Jalan Pasar Ikan, Jalan Ujung Pandang, Jalan Balai Kota, Jalan Gunung Bawakaraeng, Jalan Dr Sam Ratulangi, Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan AP Pettarani. khusus untuk di Wilayah kecamatan Panakkukang yaitu ruas Jl. Urip Sumoharjo dan AP Pettarani,” bebernya kepada awak media, Senin (18/12/2023).

Berdasarkan pemantauan Panwaslu Kecamatan Panakkukang, masih ada beberapa alat peraga kampanye yang masih terpasang di kedua jalan tersebut, bahkan Satpol PP didampingi oleh Panwaslu Kecamatan Panakkukang dan PKD se-Kecamatan Panakkukang telah dua kali menertibkan alat peraga kampanye pada tanggal 24 Oktober 2023 dan 5 desember 2023, Namun nyatanya masih ada alat peraga kampanye yang baru terpasang di ruas jalan yang dilarang tersebut.

Untuk itu Panwaslu Kecamatan Panakkukang menghimbau kepada seluruh Peserta Pemilu untuk mematuhi peraturan pemasangan alat peraga kampanye.

“Kami menghimbau peserta dan tim kampanye pemilu 2024, agar memindahkan alat peraga kampanye yang masih terpasang di ruas jalan Urip Sumoharjo dan AP Pettarani,” ujar Iswan Afandi.

Panwaslu Kecamatan Panakkukang juga akan menyurati seluruh Peserta pemilu 2024 yang masih memasang alat peraga kampanye di ruas jalan yang di larang. Apa bila tidak ditindak lanjuti, maka Panwaslu Kecamatan Panakkukang akan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait untuk menegakkan surat dari walikota makassar bernomor: 970/2333//Bapenda/XI/2023 dan Surat Keputusan KPU Nomor 439 tahun 2023.

“Panwaslu Kecamatan Panakkukang berharap kepada seluruh peserta pemilu 2024 untuk tertib mengikuti berbagai aturan yang telah dikeluarkan KPU dan Bawaslu sehingga pemilu 2024 dapat terlaksana dengan lancar, adil, damai, dan sukses,” pungkasnya. (**)

Peran Pendidikan Anak Usia Dini dalam Pembentukan Karakter

Potolotepo, Parepare | Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah kunci untuk masa depan yang berkualitas. Periode ini, yang mencakup usia antara enam dan enam tahun, berfungsi sebagai dasar bagi pembentukan sikap, kecerdasan, dan karakter anak. Pendidikan yang diberikan pada usia muda ini dapat memiliki dampak yang signifikan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sangat penting untuk membahas secara mendalam bagaimana PAUD dapat memainkan peran penting dalam membangun karakter yang kokoh pada anak-anak.

Pertama, perkembangan otak anak pada usia ini sangat cepat. Saat ini, anak-anak belajar dengan cepat dan membentuk pola pikir yang akan berdampak pada masa depan mereka. Oleh karena itu, lingkungan pembelajaran PAUD harus dirancang dengan cermat. Stimulasi yang tepat, seperti bermain, bernyanyi, dan berbicara, dapat membantu perkembangan kognitif dan emosional anak. Dalam memastikan bahwa setiap anak menerima stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka, guru yang terlatih dengan baik di PAUD dapat berperan sebagai penggerak perubahan yang signifikan.

PAUD juga memberi anak-anak kesempatan untuk membangun karakter mereka. Melalui interaksi sehari-hari, baik dengan guru maupun sesama anak, nilai-nilai moral dan etika diajarkan. Pendidikan karakter di usia dini dapat membantu anak-anak memahami konsep seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab, yang membentuk dasar moral yang kuat untuk tumbuh menjadi orang yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungannya.

Dalam pendidikan anak usia dini, pentingnya membangun keterampilan sosial juga ditekankan. Anak-anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya, berbicara, dan memahami kerja sama. Mereka akan mendapatkan manfaat dari keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan profesional mereka.

Namun, tidak dapat diabaikan bahwa ada masalah yang timbul dalam melaksanakan pendidikan anak usia dini. Hambatan mungkin termasuk sumber daya yang terbatas, kurangnya kesadaran masyarakat, dan kurangnya tenaga pengajar yang berpengalaman. Oleh karena itu, semua orang, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, harus bekerja sama untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah kunci untuk masa depan yang berkualitas. Periode ini, yang mencakup usia antara enam dan enam tahun, berfungsi sebagai dasar bagi pembentukan sikap, kecerdasan, dan karakter anak. Pendidikan yang diberikan pada usia muda ini dapat memiliki dampak yang signifikan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sangat penting untuk membahas secara mendalam bagaimana PAUD dapat memainkan peran penting dalam membangun karakter yang kokoh pada anak-anak.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) sangat penting untuk menciptakan masa depan yang baik bagi generasi mendatang. Anak-anak di rentang usia 0-6 tahun mengalami perkembangan yang cepat, dan pengalaman pendidikan mereka memiliki efek yang signifikan dalam jangka panjang. Dalam PAUD, fokus pada pembentukan karakter menjadi penting karena karakter yang baik merupakan dasar untuk keberhasilan di masa depan dalam hal sosial, akademis, dan pribadi.

PAUD bertanggung jawab untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak-anak dengan cara yang tepat. Pada usia ini, otak anak berkembang pesat. Pembelajaran yang tepat dapat membangun fondasi intelektual yang kuat. Aktivitas seperti berbicara, bernyanyi, dan bermain meningkatkan keterampilan motorik, bahasa, dan pemahaman konsep matematis dasar. Guru PAUD yang berpengalaman memahami betapa pentingnya memberikan stimulasi yang sesuai dengan tingkat perkembangan setiap anak untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki peluang terbaik untuk tumbuh dan berkembang.

Pendidikan karakter adalah komponen penting dari PAUD. Siswa diajarkan nilai-nilai moral dan etika selain keterampilan akademik. Anak-anak belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan empati melalui interaksi sehari-hari dengan guru dan teman sebaya. Pendidikan karakter di usia dini menciptakan pondasi moral yang kokoh, yang akan membantu anak-anak membuat keputusan yang baik dan menjadi orang yang bermoral di kemudian hari.

Orang tua memainkan peran penting dalam membantu pendidikan anak usia dini. Orang tua berfungsi sebagai role model bagi anak-anak mereka dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran anak-anak mereka menyediakan lingkungan yang mendukung. Kolaborasi antara orang tua dan pendidik PAUD memberikan dukungan emosional yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pembelajaran yang optimal. Untuk memastikan bahwa nilai dan keterampilan yang dipelajari di sekolah terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak, orang tua dapat berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, berkomunikasi dengan guru, dan mendukung pembelajaran di rumah.

PAUD sangat penting untuk pengembangan keterampilan sosial anak-anak selain aspek akademik dan karakter. Mereka belajar berinteraksi dengan teman sebaya, menjadi lebih baik dalam berbicara, dan memahami konsep kerja sama. Anak-anak yang belajar keterampilan sosial di usia dini memiliki manfaat untuk membangun hubungan yang sehat, menangani konflik, dan beradaptasi dengan berbagai lingkungan sosial.

Meskipun semua orang tahu bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting, masih ada beberapa masalah yang harus ditangani. Sumber daya yang terbatas, kurangnya kesadaran masyarakat, dan kekurangan tenaga pengajar yang berpengalaman dapat menjadi hambatan. Akibatnya, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan akses dan kualitas PAUD.

Investasi dalam pelatihan guru PAUD, penyediaan sumber daya yang memadai, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini diperlukan untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Dengan melakukan hal-hal ini, kita dapat memastikan bahwa PAUD tidak hanya menjadi tempat belajar tetapi juga tempat di mana karakter anak-anak dibentuk, membangun pondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik.