Potolotepo, Makassar | Dinamika internal Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan eskalasi. Setelah penetapan Pelaksana Harian (PLH) Rektor menuai polemik, kini muncul dugaan adanya tarik-menarik kepentingan di balik keputusan tersebut.
Kondisi ini mendorong Ratusan mahasiswa dari Forum Mahasiswa UNM menggelar aksi unjuk rasa jilid II di Depan Gedung Pinisi UNM Gunung Sari Makassar, Kamis, (04/12/2025), guna menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak kampus maupun aparat penegak hukum.
Mahasiswa menilai gelombang isu yang berkembang tidak sepenuhnya ditopang oleh data faktual. Mereka menyoroti bahwa narasi mengenai dugaan pelanggaran “berat” yang dialamatkan kepada Rektor definitif berkembang dari percakapan digital tanpa dukungan bukti fisik, tanpa pertemuan resmi, serta tanpa verifikasi langsung. Kondisi ini dinilai membuka ruang bagi pembentukan opini publik yang mudah dipelintir.
Forum Mahasiswa UNM menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan langkah untuk menuntut kejelasan apakah penonaktifan Rektor definitif murni bagian dari proses hukum yang objektif, atau terdapat kepentingan lain yang memengaruhi keputusan tersebut. Mereka menegaskan perlunya keterbukaan agar publik dapat menilai langkah kampus secara proporsional.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak UNM belum memberikan penjelasan komprehensif terkait dasar strategis penunjukan PLH di tengah proses pemeriksaan yang belum dinyatakan final. Sementara itu, mahasiswa memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus ini agar setiap keputusan yang diambil berlandaskan hukum dan bebas dari potensi manuver politik internal. (**)
