Advertisement

Lantamal IV Batam Laksanakan Sholat Idul Adha Bersama dan Penyembelihan Hewan Kurban

Potolotepo, Batam | Menyambut Hari Raya Idul Adha 1444 H / 2023 M, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal IV) Batam menggelar Sholat Idul Adha bersama di Masjid As Salam Mako Lantamal IV, Jl. Tamalatea, Tj. Sengkuang, Kec. Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/06/2023).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto, CHRMP., M.Tr.Opsla., didampingi Ny. Erni Tjatur Soniarto, beserta seluruh prajurit dan PNS Lantamal IV Batam.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Adha, dalam kesempatan tersebut Komandan Lantamal IV secara simbolis menyerahkan hewan qurban berupa satu ekor sapi kepada panitia Idul Adha Mako Lantamal IV yang diketuai oleh Kadisminpers Lantamal IV Letkol Laut (K) Sarip Kodar.

Pada tahun 2023 ini, panitia Idul Adha Lantamal IV menyembelih hewan qurban sebanyak sembilan ekor sapi dan sembilan ekor kambing. Daging qurban tersebut selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat yang berada sekitar komplek Mako Lantamal IV Batam dan seluruh prajurit dan ASN Lantamal IV

Pada kesempatan tersebut Danlantamal IV menyampaikan bahwa, “Pelaksanaan qurban ini merupakan wujud dari semangat prajurit dan ASN Lantamal IV khususnya yang beragama Islam untuk menunjukkan ketaqwaan dan semangat rela berkorban. Dengan hikmah Idul Adha ini, dapat  membentuk sosok prajurit yang profesional dan menjadi suri tauladan bagi kita semua dalam mencari dan memperjuangkan kebenaran untuk berani berkorban baik harta benda maupun jiwa raga bila diperlukan demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara serta agama”.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wadan Lantamal IV, para Asisten Danlantamal IV, para Kasatker serta Prajurit dan segenap ASN di lingkungan Lantamal IV Batam. (Darma/**)

Hakikat Sosial Dari Pendidikan

Potolotepo, Parepare | Hakikat sosial dari pendidikan dapat diartikan sebagai upaya untuk membentuk sumber daya manusia yang mencakup aspek sosial. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan keterampilan sosial dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain, tetapi juga berkaitan dengan pemahaman nilai-nilai dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan menjadi sarana penting dalam membangun karakter sosial individu, karena melalui pendidikan individu diajarkan untuk mampu membangun hubungan sosial yang sehat, mengembangkan empati, toleransi, dan menghargai perbedaan. Dalam artikel ini, akan diulas secara lebih detail mengenai hakikat sosial dari pendidikan.

  1. Peran penting pendidikan dalam membentuk karakter sosial individu

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter sosial individu. Dalam institusi pendidikan, individu diajarkan untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik dengan lingkungan sekitarnya, melatih individu untuk menjadi aktif dalam kegiatan sosial dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berkontribusi pada masyarakat. Proses belajar di institusi pendidikan membantu individu untuk memahami perilaku sosial yang diterima atau tidak diterima dan memahami dampak dari perilaku tersebut. Melalui pendidikan, individu juga diajarkan untuk membentuk sikap sosial, seperti empati, kepedulian, dan toleransi.

  1. Membentuk generasi muda yang dapat menghadapi situasi sosial yang kompleks

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi situasi sosial yang kompleks dan memperlihatkan reaksi yang tepat. Proses belajar di institusi pendidikan melatih individu untuk menghadapi situasi sosial yang kompleks dan memperoleh keterampilan untuk berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Proses belajar ini juga membantu individu untuk memahami konteks sosial yang kompleks dan memperoleh keterampilan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam situasi sosial yang kompleks.

  1. Menghargai nilai sosial dan menghormati etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Pendidikan juga diajarkan untuk lebih menghargai nilai sosial dan menjunjung tinggi etika. Dalam pendidikan, individu diajarkan untuk memahami dan menghargai perbedaan antara individu, maupun antar kelompok sosial. Pendidikan melatih individu untuk menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui pendidikan formal, individu diajarkan untuk menjadi anggota masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

  1. Meningkatkan sikap proaktif dalam menyelesaikan masalah sosial

Pendidikan memainkan peran penting dalam meningkatkan sikap proaktif individu dalam mengatasi masalah sosial. Melalui pendidikan, individu diajarkan untuk menjadi lebih tanggap terhadap masalah sosial yang ada, dan meresponnya dengan cara yang efektif dan seimbang. Pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terlibat dalam aksi sosial, termasuk aksi kemanusiaan, lingkungan, dan lain-lain. Pendidikan juga membantu individu untuk menjadi bagian dari solusi untuk masalah sosial.

  1. Membentuk individu yang mampu menghadapi perubahan sosial

Perubahan sosial selalu terjadi dan mempengaruhi masyarakat secara umum. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk individu yang mampu menghadapi perubahan sosial. Pendidikan membantu individu untuk memahami perubahan sosial secara sistematis, sehingga individu mampu merespon tanpa mengalami hambatan. Pendidikan sebagai sarana untuk membantu seseorang memahami perubahan sosial dengan cara positif.

  1. Mendidik individu untuk menjunjung tinggi solidaritas dan persatuan

Pendidikan juga membentuk individu untuk lebih menjunjung tinggi solidaritas dan persatuan. Dalam institusi pendidikan, individu diajarkan untuk menghargai kerja sama dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. Pendidikan diajarkan untuk menghargai keberagaman, sehingga membuat individu menjadi lebih tolerant dengan perbedaan yang ada. Sikap persatuan ini sangat penting untuk memperkuat kekuatan dalam masyarakat dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. Meningkatkan partisipasi dalam masyarakat

Partisipasi dalam masyarakat berperan penting dalam hubungan sosial antar individu. Dalam hal ini, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan partisipasi individu dalam masyarakat. Pendidikan memberikan kesempatan untuk kegiatan sosial yang berarti dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pendidikan, individu diajarkan tentang cara-cara untuk dapat terlibat dalam aktivitas sosial, kemanusiaan, dan lingkungan.

  1. Mengajarkan nilai-nilai demokrasi dan hak-hak asasi manusia

Nilai-nilai demokrasi dan hak-hak asasi manusia menjadi bagian penting yang diajarkan oleh pendidikan. Pendidikan adalah tempat di mana individu dapat mengembangkan keterampilan dalam menghormati hak asasi manusia dan merespon penyalahgunaannya dengan cara yang efektif dan seimbang. Pendidian mengajarkan tentang kebebasan berpendapat dan penghargaaan atas keragaman, serta pentingnya keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  1. Mengajarkan tentang pengertian sosial yang lebih luas

Pendidikan juga diajarkan mengenai pengertian sosial yang lebih luas. Melalui pendidikan, individu mampu memahami dan menghargai peran penting yang dimainkan oleh masyarakat dalam kehidupannya. Dalam pendidikan, banyak dibahas tentang pengertian kelompok sosial, budaya, norma sosial, struktur sosial, serta nilai-nilai yang ada dalam lingkungan sosial.

Dalam institusi pendidikan, proses belajar bukan hanya dibiarkan secara individu, tetapi juga dalam kelompok. Melalui pengajaran ini, individu dapat memahami dan menghormati orang-orang yang berbeda dalam lingkup sosial yang lebih luas.

  1. Menciptakan pemahaman, penghargaan, dan penghormatan terhadap orang lain

Pendidikan juga dilakukan untuk menciptakan pemahaman, penghargaan, dan penghormatan terhadap orang lain. Proses pembelajaran memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan individu dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendidikan juga membantu individu untuk memahami arti penting dari demokrasi, kebebasan berpendapat, dan hak-hak asasi manusia. Melalui pendidikan, individu diajari untuk menghargai keberagaman dan memperlihatkan tanggung jawab dalam menjaga keharmonisan dalam masyarakat.

  1. Membentuk sikap inovatif dan kreatif

Pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi perubahan sosial. Dalam institusi pendidikan, individu diajarkan untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menggabungkan berbagai pengetahuan dan keterampilannya untuk mengejar tujuan yang ditetapkan. Kemampuan inovatif dan kreatif sangat penting untuk memperkuat kekuatan dalam masyarakat dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. Membentuk karakter yang memiliki sikap kepedulian

Pendidikan membentuk karakter sosial individu untuk mampu memiliki sikap kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya. Pendidikan juga membentuk karakter sosial individu untuk membantu sesama, memberi manfaat bagi sesama, dan memperhatikan hak orang lain. Dalam institusi pendidikan, individu diajarkan untuk lebih menghargai nilai sosial dan menjunjung tinggi etika. Permadani nilai-nilai tersebut tercermin dalam setiap tindakan dan perilaku individu dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Menjadi bagian penting dalam kebebasan

Pendidikan juga menjadi bagian penting dalam kebebasan. Melalui pendidikan, individu dapat memahami dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, kebebasan berbicara, hak untuk mendapatkan pendidikan, serta hak-hak lainnya yang dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Pendidian juga diajarkan untuk memahami arti penting dari solidaritas dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama dengan menjunjung tinggi, menegakkan dan memperduliakan falsafah persatuan dan kesatuan.

Kesimpulan

Dalam pendidikan, hakikat sosial memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia yang mencakup aspek sosial. Hakikat sosial dari pendidikan mencakup pemahaman tentang hak, kewajiban, aturan, norma sosial, dan tata cara dalam berinteraksi di dalam masyarakat. Melalui pendidikan, individu diajarkan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Dalam pendidikan, individu juga diajarkan untuk lebih menghargai nilai sosial dan menghayati etika.

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk sikap sosial individu, seperti empati, kepedulian, dan toleransi. Selain itu, pentingnya pendidikan sosial di antara individu adalah untuk memberikan pemahaman tentang hak, kewajiban, aturan, norma sosial, dan tata cara dalam berinteraksi di dalam masyarakat. Pendidian berperan penting di dalam membentuk karakter sosial individu, meningkatkan sikap proaktif dalam menyelesaikan masalah sosial, mengajarkan nilai-nilai demokrasi dan hak-hak asasi manusia, membentuk sikap inovatif dan kreatif, dan membentuk karakter yang memiliki sikap kepedulian. Sehingga, pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk karakter sosial individu yang baik, yang mampu menjadi anggota masyarakat yang produktif dan berkontribusi positif pada lingkungan sekitarnya. (**)

 

Penulis:

NURUL AFIZAH 202020388620802

nurulafizah@iainpare.ac.id

Program Studi Pendidikan Agama Islam

Fakultas Tarbiyah

Institut Agama Islam Negeri Parepare

Dinamika Sosial di Lingkungan Pendidikan Tempat Tinggal

Potolotepo, Parepare | Dinamika sosial di lingkungan tempat tinggal saya merupakan dinamika sosial yang cukup baik dalam dunia pendidikan. Mengapa mereka mengatakan itu? Karena peran keluarga, sekolah dan masyarakat dalam lingkungan pendidikan merupakan penggerak terpenting yang mengendalikan dinamika pendidikan itu sendiri. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapatkan pengaruh dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Tiga lingkungan yang memengaruhi orang dengan cara berbeda disebut pusat pendidikan. Perkembangan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, serta menguatnya era globalisasi saat ini mempengaruhi peran dan fungsi ketiga lingkungan pendidikan tersebut.

Rancangan lingkungan pendidikan tempat tinggal saya dapat dikembangkan secara efektif dan efisien. Di lingkungan pendidikan tempat saya tinggal, masyarakat berperan penting sebagai penggerak dinamika pendidikan, misalnya melalui keberadaan lembaga informal yang bersumber dari lingkungan pendidikan keluarga. Sebagian besar penduduk di kawasan perumahan adalah orang-orang berpendidikan. Lingkungan pendidikan masyarakat adalah wilayah kelompok sosial yang dapat membentuk sifat perkembangan individu dari lingkungannya. Namun, hanya sedikit orang yang tidak berpendidikan.

Ada sekolah formal di daerah saya. Dimana sekolah formal merupakan jalur yang terstruktur dan berjenjang. Beberapa orang yang tidak berpendidikan sebenarnya menerapkan dinamika sosial, dan mereka melakukannya di dalam keluarga mereka. Karena keluarga merupakan lingkungan yang menjadi tempat pembentukan kepribadian manusia yang di dalamnya terkandung nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan dan keadilan. Dan keluarga juga memiliki fungsi biologis yang dapat memelihara keturunan, fungsi sosial yang dapat membentuk lingkungan melalui interaksi yang saling mempengaruhi dan dapat dipengaruhi, fungsi afektif yang melibatkan perasaan keterikatan dan rasa memiliki untuk berhubungan. Keluarga, fungsi ekonomi mengacu pada tingkat pendidikan dan penghidupan, fungsi pendidikan keluarga sebagai bentuk kepribadian, fungsi agama terkait dengan nilai-nilai agama untuk mencapai kesejahteraan manusia di dunia, dan selanjutnya, fungsi waktu luang mengacu pada kegiatan yang diterapkan di luar lingkungan rumah untuk menciptakan keharmonisan.

Dinamika sosial pendidikan yang baik pertama-tama muncul dari lingkungan pendidikan keluarga, yang sebagai pembentuk kepribadian menjadi bagian pertama dan terpenting, kemudian berlanjut di lingkungan pendidikan sekolah sebagai penopang nilai-nilai kesempurnaan dan berlanjut sebagai pembinaan masyarakat. lingkungan sebagai penguatan yang dapat mewujudkan perkembangan yang dinamis. Di lingkungan saya, dinamika pendidikan ini terjadi, karena ketika mereka lulus sekolah, anak-anaknya dididik dan dilatih, kemudian disekolahkan, sehingga mereka memiliki pengetahuan yang lebih luas dan dapat berhubungan baik dengan masyarakat dan budaya. (**)

 

Penulis:

Nama : MELIANAH

NIM : 2020203886208059

Kelas : PAI6B

Prodi : Pendidikan Agama Islam

Fakultas : Tarbiyah

Polda Sulsel Pulbaket Kasus Boarding School SMAN se Sulawesi Selatan

Potolotepo, Makassar | Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) akhirnya menindaklanjuti laporan yang dilayangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) terkait dugaan tindak pidana korupsi pada Boarding School SMAN se Sulawesi Selatan (SMA Negeri 17 Makassar, SMA Negeri 5 Gowa, SMA Negeri 13 Pangkep, SMA Negeri 5 Parepare, SMA Negeri 6 Barru, SMA Negeri 11 Pangkep dan SMA Negeri 11 Pinrang).

Laporan dengan Nomor: 028/LPK/DKN L-Kompleks/III/2023 dan mendapat Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan tertanggal 07 Juni 2023 oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Laporan Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial ( L-Kompleks ) terkait kasus dugaan korupsi pada program boarding school di Sulsel telah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian (SP2HP) dari Polda Sulsel. Kamis, (22/06/2023).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal L-Kompleks, Ruslan Rahman, saat ditemui media

Ruslan mengatakan, aparat penegak hukum sangat serius menangani kasus dugaan korupsi yang dilaporkan L-Kompleks, saat ini telah masuk ditahap pengumpulan bahan keterangan dan dokumen terkait dugaan korupsi biaya pendidikan Boarding school.

“Ya proses sudah berjalan dan Polda Sulsel saat ini sedang mengumpulkan beberapa keterangan dan dokumen dugaan tindak pidana korupsi biaya Boarding School di SMA Negeri 17 Makassar” Jelas Ruslan. (chd/**)