Advertisement

1 Jenderal Memotivasi, 50 Babinsa Menginspirasi

Potolotepo, Surabaya | Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf punya banyak julukan untuk bintara pembina desa atau Babinsa. Di satu waktu ia menyebut mereka sebagai ‘pasukan siluman’. Lantaran muncul di mana dan kapan saja. Di waktu lain, ia menyebut mereka sebagai ‘ujung tombak TNI Angkatan Darat’. Sebab mereka selalu menjadi terdepan berhubungan langsung dengan masyarakat.

Selama tiga bulan terakhir Babinsa di wilayah Kodam V/Brawijaya menjadi pusat perhatian. Tidak kurang 330 personel Babinsa dari 33 Kodim sudah unjuk prestasi. ‘Pasukan siluman’ itu menunjukkan aksi nyata yang sudah mereka lakukan di ajang Brawijaya Awards 2023. Soal aksi sosial, ketahanan pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kepedulian terhadap pendidikan, pemberdayaan pemuda, olahraga, toleransi antar umat beragama, peduli lingkungan, dan pelestarian budaya yang sudah mereka lakukan ditunjukkan di depan juri.

“Di awalnya mereka memaparkan program-program pengabdiannya depan Juri selama satu jam. Kemudian terpilih 50 Babinsa dengan program terbaik lalu melaju ke babak berikutnya. Di situ, juri menilai secara langsung pelaksanaan program di wilayah kerja masing-masing. Setelahnya terpilih dua babinsa terbaik untuk masing-masing kategori,” papar Mayjen TNI Farid Makruf, MA.

Diinisiasi Kodam V/Brawijaya dan tim Harian Disway jadilah ajang ini kian bergengsi. Tak cuma sekadar kompetisi namun jadi ajang yang menginspirasi.

Awalnya, Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN dan pendiri Harian Disway melihat betapa Mayjen TNI Farid Makruf begitu bangga pada kiprah Babinsa. Ia sejalan dan sepemikiran.

Dahlan mencatat, sejak awal bertugas, jenderal bintang dua asal Tanah Merah, Bangkalan ini sudah mewanti-wanti, media resmi Kodam V/Brawijaya tak mesti selalu memajang berita dan fotonya. Ia mau kiprah babinsa dikabarkan kepada khalayak ramai. Sebab mereka sejatinya ujung tombak TNI Angkatan Darat. Saban waktu mereka selalu berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka hadir dari kelahiran hingga kematian. Ada pula di ramainya pesta dan hingga nestapanya bencana.

Dahlan Iskan dan Farid Makruf tentu tak berlebihan memuji Babinsa. Simak saja kegigihan Serda Joko Mulyono yang gemas melihat banyaknya limbah pohon pisang di Desa Piyak, Bojonegoro. Babinsa ini pun berinisiatif mengubahnya jadi kerajinan tangan. Ia membeli gedebog dari warga setempat dengan harga pantas. Lalu diolah menjadi tali dan tempat tisu. Harganya pun lumayan. Bila tali dihargai Rp3.700 per kilogram, tempat tisu dijual Rp30 ribu per buah. Warga setempat pun punya usaha produktif. Di satu sisi mengurangi limbah, di sisi lain membawa manfaat ekonomi.

Di Desa Sodo, Kecamatan Pakel, Tulungagung ada Sertu Asfahani. Babinsa ini mengolah kulit sapi menjadi kerupuk. Usahanya dirintis sejak 2012. Sebanyak 25 orang warga setempat dipekerjakannya untuk mengembangkan industri rumah tangga ini.

Dan di ajang Brawijaya Awards 2023 kiprah mereka itu diganjar penghargaan.Kini kisah kiprah dan peran dari 50 orang dari 330 Babinsa yang terlibat dalam program ini bisa dibaca meluas dan menjadi inspirasi.

“Ini adalah dokumentasi penting atas kiprah dan peran Babinsa di jajaran Kodam V/Brawijaya. Kisah-kisah mereka akan menjadi bahan ajar serta sumber inspirasi bagi pelaksanaan pengabdian para babinsa selanjutnya. Semoga ini akan menjadi program di jajaran TNI Angkatan Darat secara nasional,” ungkap Danrem 132/Tadulako 2020-2021 ini.

Kepada para Babinsa yang meraih penghargaan, ia berharap tak lupa bersyukur untuk pencapaiannya sembari terus berikhtiar mengabdi melampaui penugasannya sehingga menginspirasi orang banyak. (**)

Dandim 0619/Purwakarta Hadiri MPLS Berikan Materi Wasbang Kepada Siswa SMANSA

Potolotepo, Purwakarta | Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Purwakarta terasa istimewa. Karena kegiatan dihadiri langsung Komando Distrik Militer 0619/Purwakarta, Letkol Arm Andi Achmad Afandi, S.Sos., M.Si.

Ditengah kegiatan yang sangat padat, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arm Andi Achmad Afandi meluangkan waktu untuk langsung memberikan materi Wawasan Kebangsaan kepada Siswa dan Siswi baru SMAN 1 Purwakarta, Senin (24/07/2023).

Menurutnya, hal ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi, semangat, persatuan, kedisiplinan dan membentuk kesadaran berbangsa dan negara pada Siswa dan Siswi baru SMAN 1 Purwakarta.

“Para siswa siswi SMAN 1 Purwakarta ini adalah generasi penerus dan merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dibina serta diarahkan agar kelak menjadi para pemimpin bangsa handal yang siap memajukan negara Indonesia khususnya di Purwakarta Istimewa,” katanya.

Dijelaskan juga, Pemberian materi wasbang tersebut merupakan upaya untuk menangkal pengaruh negatif maupun doktrin dari paham radikalisme. Apalagi saat ini dihadapkan pada era digital yang sangat memudahkan kita termasuk para generasi muda dalam mengakses berbagai informasi.

“Sosialisasi wawasan kebangsaan ini salah satu upaya untuk mengembangkan jati diri para generasi muda agar lebih memahami baik itu tentang bangsa Indonesia maupun dasar-dasarnya sehingga terwujud persatuan dan kesatuan yang utuh.” jelasnya.

Disampaikan juga, kegiatan MPLS merupakan kegiatan untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan, selain itu MPLS juga sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah, baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior dan juga guru di sekolah.

“Generasi penerus merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dibina serta diarahkan agar kelak menjadi para pemimpin bangsa handal yang siap memajukan negara Indonesia khususnya Purwakarta,” pungkasnya. (**)

Hari Bhakti Adhyaksa ke-63, L-Kompleks Terima Penghargaan

Potolotepo, Jeneponto | Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 Tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten jeneponto mengambil tema “Penegakan Hukum Yang Tegas dan Humanis Mengawal Pembangunan Nasional” digelar di aula kejaksaan negeri Jeneponto, Sabtu (22/07/2023).

Kegiatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 Tahun 2023 ini dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para penggiat penegakan Hukum yang ada di kabupaten Jeneponto.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) yang berlangsung di aula Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Selain L-Kompleks penghargaan juga diberikan kepada Organisasi Jurnalis dan beberapa Wartawan Online yang cukup intens mengawal penegakan hukum di Kabupaten Jeneponto.

Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto Susanto Gani SH Menyerahkan secara langsung piagam penghargaan kepada Juhaib selaku koordinator wilayah L-Kompleks yang telah berkontribusi mengawal penegakan hukum di Jeneponto

“Penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas kontribusi dan kerjasamanya selama ini dalam mengawal penegakan hukum yang tegas dan humanis di kabupaten Jeneponto” ungkap Kejari Jeneponto Susanto Gani,SH.

Kejaksaan Negeri Jeneponto ingin menegakkan hukum yang tegas dan humanis. Sebagaimana harapan masyarakat yaitu penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum dan memiliki manfaat. Namun ketegasan ini harus memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang humanis sehingga dalam penegakan hukum, Kejaksaan tidak memiliki ekses yang negatif. (ach)

Oknum Mengaku Pemilik Proyek dan Mengatur Pemenang Tender Pada Dinas di Sulteng

Potolotepo, Palu | Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) mengendus dugaan jual beli “kongkalikong” tender proyek di salah satu Dinas Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepada media jumat (21/07/2023) Ruslan selaku sekjend L-Kompleks menyebutkan temuannya, adanya dugaan tindak pidana korupsi dan pengaturan pemenang tender secara berjamaah di salah satu Dinas di Sulteng yang terjadi pada tahapan lelang proyek di Dinas tersebut.

“Kami temukan dugaan kongkalikong proses lelang proyek di salah satu dinas Sulteng, itu berdasarkan dari adanya oknum yang mengaku pemilik paket dan adanya perusahaan yang telah melakukan deal” Ungkap Ruslan.

Ruslan Menambahkan, praktek yang diduga terjadi di Sulteng tersebut sangat terstruktur, masif dan sistematis, sebab melibatkan banyak oknum yang memang saling terkait satu sama lain.

“Praktek ini sangat kotor, bisa bisanya ada orang mengaku dia pemilik paket proyek di Dinas Pemerintah dan menyuruh orang untuk mencari kontraktor yang ingin dimenangkan, apalagi dia orang luar pemerintahan, sedangkan, Pejabat saja tidak mungkin dan tidak dibenarkan untuk mengaku memiliki paket proyek apalagi mencari kontraktor”

“Ini sudah jelas terstruktur, masif dan sistematis, ada oknum pejabat, ada oknum mengaku pemilik paket dan ada pula oknum yang bertindak selaku penghubung ke oknum pejabat, nama instansi dan bukti kami sudah lengkap, semua nama oknum telah kami kantongi dan masih kami rahasiakan, karena kuat dugaan kami masih ada oknum lain dan dinas lain yang seperti demikian” Jelas Ruslan.

Dari setiap paket yang diduga dijual kepada pihak kontraktor (perusahaan) , melalui oknum tersebut mendapatkan keuntungan atau sukses fee senilai 10% dari nilai pagu anggaran paket pekerjaan tersebut dengan perjanjian setelah perusahaan dimenangkan dalam prose lelang maka akan dibayarkan, dan dari sukses fee 10% tersebut sebagian merupakan “jatah” oknum pejabat di Sulteng.

Atas temuan tersebut, L-Kompleks akan meminta Aparat Penegak Hukum dan KPK mengusut permasalahan jual beli dan kongkalikong tender proyek yang terjadi di Sulteng.

“dari seluruh nama yang kami kantongi, mulai dari perusahaan yang dimenangkan, dan oknum yang berperan Kami akan terus tindak lanjuti secara mendalam karena kuat dugaan praktek ini tidak hanya terjadi di satu Dinas saja” tegasnya.

Lanjut Ruslan mengatakan akan segera melaporkan dugaan persekongkolan tender itu ke APH dan juga akan menyampaikan ke Komosi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar kasus tersebut di asistensi.

Sementara itu Kepala Dinas terkait saat dikonfirmasi media via Watsapp mengaku tidak memiliki wewenang dan semua adalah wewenang ULP.

“Kalo itu urusannya dengan ULP karena penentuan menang dan di atur menang itu kewenangan mereka bukan kami” Katanya saat dikonfirmasi, Kamis (20/07/2023).

Sementara itu, Unit Layanan Pengadaan ULP terkait saat dikomfirmasi via watsapp seolah enggan memberikan jawaban dan hanya memanggil wartawan untuk berkunjung ke kantor ULP.

“Nanti ke kantor saja pak,” katanya saat dikonfirmasi media, Jum’at (21/07/2023). (Tim)

Dandim Boyolali Hadiri Tradisi Sedekah Gunung Merapi 1 Muharram 1445 H/2023 M

Potolotepo, Boyolali | Setiap 1 Muharram atau 1 Suro (kalender Jawa) masyarakat di Desa Lencoh, Kabupaten Boyolali, yang berada di lereng Gunung Merapi melakukan tradisi sedekah gunung Untuk tahun ini malam menyambut tahun baru tersebut digelar di Joglo I Desa Lencoh Kecamatan Selo, Selasa Malam ( 18/07/2023).

Nampak hadir kegiatan tersebut rombongan Muspida di antaranya Bupati Boyolali M Said Hidayat, SH, Wakil Bupati Boyolali Wahyu Irawan, SH, Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi, S.H. S.I.K M.H. Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo S.Pd. M. Han, dan rombong staf Pemda Boyolali

Kepala Desa Lencoh selaku ketua panitia mengatakan Prosesi sudah dimulai sejak pagi hari dengan kirab budaya dengan mengarak mahesa (kerbau) yang aman disembelih. Pada malam harinya dimulai dengan prosesi kirab kepala kerbau yang akan dilarung di puncak Gunung Merapi.

“Sedekah gunung ini untuk nguri-uri budaya dan memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat di bawah Gunung Merapi,” terang Kepala Desa Lencoh,

Kepala Desa Lencoh menambahkan harapan agar warganya yang sebagian besar petani di lereng Merapi dijauhkan dari mara bahaya dan bencana.

Sebelum pemberangkatan ke puncak Merapi di Joglo Merapi diadakan pembacaan legenda Gunung Merapi. Dilanjutkan dengan pembacaan doa dan sholawatan. Kemudian ritual dilakukan dengan mengarak uba rampe tersebut menuju puncak Merapi.

Bupati Boyolali, M. Said Hidayat dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan seperti ini harus kita uri-uri karena merupakan kebudayaan warisan dari leluhur.

Kegiatan pada malam hari ini merupakan cerminan dari nilai -nilai pancasila yang harus kita jaga dan jangan sampai musnah/hilang oleh budaya lain.

Sedekah Gunung Merapi merupakan ucapan wujud syukur dari masyarakat kepada sang pencipta dengan membuat tumpeng dari hasil bumi

Selain itu diharapkan kegiatan ini dapat menjadi berkah bagi masyarakat Selo dan masayarakat lain dimanapun.

Terimakasih kepada warga masyarakat Selo, Bupati Boyolali bangga kepada warga masyarakat Selo khususnya dan masyarakat Boyolali pada umumnya. (**)

Juherdin Anak Nelayan Asal Selayar Peraih 2 Emas Cabang Dayung Bercita cita Jadi TNI

Potolotepo, Selayar | Pernah meraih medali emas Cabang Olahraga Dayung pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) di Pinrang dan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulsel XVII di Sinjai dan Bulukumba 2022 lalu.

Dia adalah Juherdin anak ke-2 dari dua bersaudara merupakan atlit dayung asal Selayar. Ia lahir dan besar serta sekolah di SD dan SMP di Kabupaten Selayar yang memiliki cita-cita jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

Juherdin adalah putra dari pasangan Jamirudin dan Jumasni ini lahir di Dusun Umbosa, Desa Karumpa, Kec Pasilambena, Kabupaten Selayar, tepatnya pada tanggal 23 Maret 2003 silam.

Juherdin mengenyam pendidikan SD dan SMP di tanah kelahirannya Kabupaten Selayar. Untuk SD, Ia bersekolah di SD Inpres Karumpa Timur, jenjang pendidikan SMP, ia bersekolah di SMP Muhammadiyah Benteng – Selayar.

Ia bercerita, katanya, bakat olahraganya untuk cabang dayung mulai muncul sejak dirinya sekolah di SMP Muhammadiyah Benteng Selayar. Bahkan ia mulai aktif latihan dan sering ikut lomba mewakili sekolahnya.

“Di sinilah awal mulanya saya berproses di bidang olahraga dayung. Dan pada akhirnya menjadi salah satu utusan untuk mewakili Kabupaten Selayar di ajang pertandingan dan lomba dayung pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Sulsel yang dilaksanakan di Kabupaten Pinrang pada tanggal 23-30 September 2018,” katanya.

Pada PORDA di Pinrang, Juherdin meraih Juara I Jenis Perahu Naga dan merengkuh medali emas. Selain itu, juga meraih Juara III di Nomor Cano/Single dan mendapatkan Medali Perunggu.

Setelah tamat di SMP Muhammadiyah Selayar, Juherdin memberanikan diri untuk mengikuti seleksi PPLP di Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Makassar.

“Pada seleksi PPLP, Ahmadulillah saya lulus seleksi sehingga dapat bersekolah di SMANKO Makassar. Di sana kami diasramakan selama 3 tahun,” ucapnya.

Akhirnya, Juherdin setelah 3 tahun diasramakan dan telah tamat di SMANKO dan pulang kampung di Selayar, ia kembali dipercaya mewakili Kab Selayar di ajang Porprov Sulsel XVII yang digelar di Sinjai dan Bulukumba tahun 2022 lalu.

“Di ajang Porprov ini, Alhamdulillah kembali mendapat Juara I untuk lomba C2 1000 meter Putra dan meraih Medali Emas. Kemudian Juara I TBR Perahu Naga 250 meter Putra juga mendapatkan Medali Emas, dan juga Juara III TBR Perahu Naga 1000 Meter Putra dengan meraih Medali Perunggu,” jelasnya.

Sekadar informasi, kalau Juherdin ini berlatar belakang keluarga yang kurang mampu dari segi perekonomian. Ayahnya yang bernama Jamirudin yang berprofesi sebagai nelayan dan Ibunya bernama Jumasni hanya sebagai petani.

Untuk jenjang pendidikan, Juherdin tamat SD Tahun 2016, tamat SMP Tahun 2029, dan tanat SMANKO Tahun 2022 dengan Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Setelah tamat SMANKO Makassar dan Juherdin pernah membaca berita di media online kalau Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung mengatakan kalau akan memprioritaskan atlet berprestasi untuk masuk TNI AD, sejak itu Juherdin berencana dan bertekad untuk ikut mendaftar TNI AD dengan harapan cita-citanya untuk menjadi TNI AD dapat tercapai dan dapat menjadi anak membanggakan bagi kedua orangtuanya dan seluruh keluarganya, Semoga, Aamiin. (rls)

Panglima TNI Dampingi Wapres Kunjungan Kerja di Papua

Potolotepo, Papua | Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C) K.H., Ma’ruf Amin selama kunjungan kerjanya di Provinsi Papua, Kamis (13/7/2023)

Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menyebutkan, Ma’ruf Amin akan mendatangi tiga provinsi di Papua, yakni Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Sebelumnya Wakil Presiden Maruf Amin tiba di Bandara Mozes Kiliangin Timika, Selasa (11/7/2023), tepat pukul 18:10 WIT, pesawat khusus kepresidenan milik TNI AU B-737/A-7305 yang piloti Letkol Pnb Erick.

Selama di Timika, Mar’uf Amin akan melakukan beberapa rangkaian kegiatan seperti, memberikan arahan di Institut Pertambangan Nemangkawi dan bakti sosial di RSUD Mimika melihat secara langsung pelaksaan operasi pasien katarak dan bibir sumbing.

Di Kabupaten Nabire, Papua Tengah Wapres menerima penjelasan tentang progres pembangunan Bandara Nabire Baru oleh Kepala Bandara Nabire Agus Hariyanto.

Selanjutnya Wapres melakukan peletakan batu pertama di lokasi Pembangunan Kawasan kantor pemerintahan Provinsi Papua Tengah dilanjutkan berdialog dengan para petani yang tergabung dalam Organisasi Hidup Petani Nyata (HIPETA). Kemudian Wakil Presiden, Panglima TNI dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Fak-Fak menggunakan pesawat CN 295. (**)

Dugaan Pungli Berkedok Dana Komite di MAN 1 Melanggar PMA 16 Tahun 2020

Potolotepo, Makassar | Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) mengendus dugaan pungutan liar ( PUNGLI ) berkedok iuran komite sekolah di Madrasah Aliayah Negeri 1 Makassar (MAN 1 Makassar) yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

L-Kompleks mengungkapkan jika ada dugaan pungli di MAN 1 Makassar dengan cara mengkambing hitamkan ( kedok ) iuran komite sekolah dan pembayaran koperasi yang besarannya sudah ditetapkan serta ditentukan batas waktunya.

“Ditemukan adanya angka nominal yang harus dibayarkan oleh setiap siswa sebesar Rp. 1.440.000,- ( satu juta empat ratus empat puluh ribu rupiah) per tahun dan pembayaran perlengkapan sekolah (Koperasi) sebesar Rp, 2.250.000,- (untuk siswi) serta Rp. 2.140.000,- (untuk siswa)”, Jelas Sekjend L-Kompleks, Ruslan Rahman kepada media, Jum’at (07/07/2023).

Pungutan iuran komite ini diakui oleh salah satu pengurus komite, ” Kalau Iuran Komite untuk perbulan 120 rb bisa dibayar perbulan, pertriwulan, persemester dan perthn terserah org tua siswa pilih yg mn sistem pembayaranx ttp untuk siswa baru atau pertama bayarnya sekaligus utk satu tahun sebesar Rp 1.440.000,- nnt thn kedua atau semester tiga bru diberi kebebasan apakah mau byr perbulan, triwulan, semester atau pertahun dan untuk siswa yang bersaudara misalnya 2 orang satu orang gratis” ungkap komite sekolah saat dikonfirmasi.

“jika Bagi siswa yg org tuanya tdk mampu ada mekanisme oleh diberi kesempatan utk mengajukan permohonan utk mendptkan bebas iuran komite dgn melampirkan Sket Tidak Mampu dari Kecamatan/Kelurahan dimana dia bdomisili madrasah selanjutx mengajukan ke Komite utk dilakukan Perifikasi dan hasil perifikasi akan dirapatkan apa siswa yg bersangkutan dpt bebas gratis iuran komite atau tidak” tambahnya.

Dari hasil temuan tersebut Ruslan menegaskan, jika di sekolah negeri tidak boleh lagi ada pengutan liar alias pungli. Ia mengatakan, satuan pendidikan dilarang memungut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 44 Tahun 2012 tentang larangan melakukan pungutan dan sumbangan biaya pendidikan pada satuan pendidikan dasar atau sering disebut dengan Pungli (pungutan liar) serta Peraturan Mendikbut No.75 tahun 2016 tentang batas-batas penggalangan dana yang boleh dilakukan Komite Sekolah.

Selanjutnya berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2020 tentang Komite Madrasah yakni pada pasal 10 dan 11 sangat jelas dicantumkan bahwa Komite Madrasah dapat melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan berbentuk Bantuan dan/ atau Sumbangan dan Komite Madrasah dapat menerima Sumbangan rutin yang besarannya disepakati oleh orang tua/wali peserta didik, kepala Madrasah, dan/atau yayasan bagi Madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

“Sesuai peraturan pemerintahan tentang pungutan liar atau larangan melakukan pungutan dalam satuan biaya pendidikan dasar dalam bentuk apa pun itu seperti SPP atau uang Komite tidak diperbolehkan baik dalam bentuk uang/barang/jasa yang tidak memiliki dasar hukum,” Tegas Ruslan.

Ruslan lanjut mengatakan akan segera membuat laporan ke Aparat Penegak Hukum (APH) agar ditindak sesuai hukum yang berlaku dan berharap agar seluruh sekolah/madrasah untuk tidak mempergunakan komite sekolah sebagai ajang mengeruk keuntungan dengan dalih kepentingan sekolah. (**)

Babinsa Serengan Patroli sekaligus Komsos di Wilayah Binaan

Potolotepo, Surakarta | Serma Fitalis Erwan Babinsa Kelurahan Serengan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta bersama Linmas melaksanakan Komsos sekaligus patroli dengan Bp. Haryono di RT 3 RW 9 Kelurahan Serengan Kecamatan Serengan Kota Surakarta, (05/07/2023).

Tujuan Komsos dengan Elemen Masyarakat, yang ada di wilayah Kelurahan Serengan secara langsung hasilnya akan lebih efektif, karena hasil pengarahan atau informasi dari Babinsa dapat disebarluaskan langsung kepada Masyarakat.Babinsa bisa mendapatkan informasi dan mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan ada di sekitar wilayah Binaan, ungkap Serma Fitalis

Serma Fitalis Erwan selaku Babinsa Serengan mengatakan, komsos ini adalah merupakan tugas rutin yang di laksanakan untuk mengetahui perkembangan wilayah binaan baik di lingkungan Masyarakat , Selain itu untuk lebih mempererat hubungan sinergitas dan silaturahmi antara Babinsa dengan tokoh masyarakat,tokoh adat dan tokoh agama yang ada di wilayah binaan.

Dengan kemanunggalan TNI dan Rakyat, Babinsa terus memperkuat sinergitas serta selalu menjalin hubungan yang baik dengan semua lapisan masyarakat, yang ada di wilayah Kelurahan Serengan dalam mengambil langkah yang tepat untuk kebaikan dan keamanan yang ada di wilayah binaannya, tandasnya. (**)

Kasek Adakan Pertemuan, Anulir 44 Siswa SMAN 17 Hasil Notulen Rapat Sementara Waktu

Potolotepo, Makassar | Menjilat ludah sendiri itulah kata yang pantas disematkan kepada Kepala SMA negeri 17 Makassar, Sumiati. Pasalnya, 44 siswa yang diluluskan berdasarkan notulen rapat di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya dianulir untuk sementara waktu.

Dalam rapat pertemuan orang tua dari siswa yang lulus di luar Juknis tersebut diundang untuk mendengarkan alasan kepala SMAN 17 Makassar untuk tidak dimasukkan sementara waktu. Dalam penyampaiannya di salah satu ruangan kelas SMAN 17 Makassar, Selasa (04/07/2023) Sumiati mengatakan di depan orang tua siswa yang hadir, agar bersabar menunggu informasi selanjutnya dari Dinas pendidikan provinsi Sulawesi Selatan menunggu solusinya.

Para orang tua protes, mempertanyakan kenapa anak mereka sebelumnya disuruh mendaftar ulang karena dinyatakan lulus lalu tiba-tiba ditolak lagi.

LSM PERAK yang turun langsung ke lokasi rapat membenarkan adanya kejadian tersebut. LSM PERAK menyayangkan sikap Kepala SMAN 17 Makassar yang menjilat ludahnya sendiri.

“44 siswa tersebut sudah daftar ulang dan sudah dinyatakan lulus, loh kok dianulir lagi. Tapi aneh kalau dianulir kok disuruh menunggu lagi. Makin parah kelakuan Kepsek tersebut, Gubernur sudah saatnya copot orang seperti ini makin rusak ini pendidikan di Sulsel,” tegas Burhan Salewangang, SH Koordinator Divisi Hukum dan Pelaporan LSM PERAK Indonesia, Rabu (05/07/2023).

Burhan juga menduga akan terjadi rekayasa administrasi jika ke 44 Siswa tersebut dipaksakan masuk jalur lain.

“Kami akan pantau terus dan kami sudah pegang 44 nama siswa tersebut jadi kalau mereka disetting lolos jalur lain pasti kami akan lakukan upaya hukum lagi. Selain mengambil hak siswa lain, ini jelas perbuatan tidak benar dan tidak patut dijadikan tontonan pendidikan di Sulsel,” jelas pria yang berprofesi sebagai pengacara muda ini.

Sementara itu, Sekjend L-Kompleks, Ruslan Rahman juga menyayangkan sikap Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang seolah tutup mata melihat sistem pendidikan kita diacak-acak oleh oknum-oknum pejabat Disdik Sulsel yang tidak bertanggungjawab termasuk rekanan penyedia layanan aplikasi PPDB.

“Tolong Pak Gubernur jangan tutup mata, ini menghabiskan anggaran APBD Rp 2 Miliar. Copot Kadis, Sekdis selaku Ketua Panitia PPDB dan segera putuskan kontrak kerja dengan rekanan karena diduga kuat sudah melakukan wanprestasi,” ucapnya.

Ditanya, apakah akan memperkarakan ke meja hukum Kadis, Sekdis dan rekanan. Pria yang akrab disapa Om Angkel ini dengan lantang menyatakan itu sudah pasti kami laporkan.

“Tunggu tanggal mainnya saja,” pungkasnya.

Diketahui, rapat atau tes wawancara untuk jalur siswa boarding sudah dilakukan untuk kuota boarding sebanyak 161 siswa. Sedangkan untuk 44 siswa lulus di luar Juknis dimasukkan ke dalam ruangan tersendiri.

Hadir pula memantau pada saat itu Pengawas Sekolah dari Disdik Sulsel, Lily Tamzil. Sedangkan, kepala SMAN 17 Makassar, Sumiati didampingi dua orang panitia PPDB SMAN 17 Makassar saat memberikan pengarahan kepada 44 orang tua siswa tersebut. (**)