Advertisement

Kodim 0910/Malinau Gelar Program KB Kesehatan TW II TA 2020

Potolotepo, Kalimantan Utara | Program Keluarga Berencana (KB) Kesehatan Semester II TA 2020 Kodim 0910/Malinau digelar di Gedung PBU Desa Malinau Hilir, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Senin (23/11/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasdim 0910/Malinau Mayor Kav Tutur Suwantoro S.Pd,
Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Kabid BKKBN Kabupaten Malinau Nursalam, Kepala Desa Malinau Hilir Suwardi serta di ikuti oleh peserta kurang lebih 50 orang.

Komandan Kodim 0910/Malinau Letkol Inf Sofwan Nizar, S.Sos., M. Han saat memberikan sambutan yang disampaikan oleh Kasdim 0910/Malinau Mayor Kav Tutur Suwantoro S.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kades Malinau Hilir dan masyarakat yang hadir pada kegiatan pembinaan dan pelayanan KB Kesehatan serta pemberian tempat pelaksanaan di Balai Desa.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada BKKBN Provinsi Kalimantan Utara yang telah membantu alat kontrasepsi serta Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau yang telah membantu tenaga medis.

“Kegiatan KB Kesehatan ini memiliki nilai strategis, bahwa kwalitas sumber daya manusia Indonesia sangat tergantung kepada ibu ibu dan hadirin sekalian. Dimana menjaga, membina, dan mengatur alat reproduksi sejak dini dapat membangun keluarga yang berkualitas”.

“Keluarga berkualitas dapat melahirkan generasi Bangsa Indonesia yang unggul. Hal tersebut merupakan aset bangsa demi tetap jayanya NKRI”. (Ezl)

Sumber : Pendim 0910

Komisioner KPU Takjub Akan Keindahan Alam Pulau Tinabo

Potolotepo, Selayar | Perjalanan panjang yang lumayan melelahkan dari kota Makassar menuju daratan ibukota Bumi Tanadoang, cukup dirasakan oleh rombongan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, bersama dua belas unsur pimpinan KPU penyelenggara pilkada serentak lainnya di Sulawesi-Selatan yang tiba di Kabupaten Kepulauan Selayar dengan “menggandeng” koordinator divisi, dan kasubag dari masing-masing KPU kabupaten kota.

Namun kepenatan dan rasa letih yang sempat menghinggapi perasaan rombongan belakangan terbayar lunas oleh suguhan pesona keindahan alam laut dan pantai yang tersaji mulai dari pintu penyeberangan Pelabuhan Ferry, Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba sampai ke Pulau Tinabo, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pernyataan ini diutarakan Simon, salah seorang perwakilan rombongan, asal Tana Toraja Utara yang secara blak-blakan memuji keindahan panorama alam laut dan pantai di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Meski sempat merasakan kepenatan dalam perjalanan. Akan tetapi, kepenatan tersebut enyah dalam seketika, tergantikan oleh situasi alam serta keindahan panorama alam pantai kota Bumi Tanadoang dengan daya dukung kontur alamnya yang bagus dan lumayan menjanjikan masa depan.

Mewakili rombongan, Simon menitipkan harapan agar potensi wisata alam pantai yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Selayar dapat terus dikembangkan melalui peningkatan mobilitas dan aksesibilitas perhubungan udara yang jauh lebih refresentatif dan memadai.

Kehadiran maskapai penerbangan dengan daya dukung pesawat yang berkapasitas lebih besar, menjadi mimpi dan harapan Simon dalam kerangka untuk menunjang kemajuan dan peningkatan masa depan pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Keberadaan maskapai penerbangan dan pesawat berbadan besar di lintasan Bandar Udara H. Aroeppala Padang, tentu saja diharapkan akan berimplikasi secara positif terhadap kelancaran dan peningkatan aksesibilitas dari dan menuju ke Kabupaten Kepulauan Selayar.

Ia berharap, kunjungannya bersama jajaran Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi-Selatan yang didampingi oleh dua belas ketua KPU kabupaten kota, bukan kunjungan terakhir.

Rasa rindu akan senantiasa hadir dan terbetik untuk kembali melancong dan bertandang ke pesisir Pulau Tinabo dengan suasananya yang sangat menyenangkan dan tidak kalah indah dari Pantai Kuta Bali.

Suasana alam pantai pasir putih terbuka, menempatkan Pulau Tinabo sebagai salah satu kawasan destinasi wisata yang strategis dan berpotensi untuk dikemas sebagai tempat pemusatan berbagai bentuk aktivitas, mulai dari kegiatan pengambilan gambar, prawedding, rapat, sampai pelaksanaan pesta hajatan pernikahan dan dinner.

Meski tak dipungkiri bahwa masih dibutuhkan beberapa bentuk penataan, baik dari sisi kelengkapan fasilitas, maupun aksesibilitas perhubungan yang dirasakan pengunjung lumayan jauh dan melelahkan.

Langkah ini dinilai sangat urgent dalam rangka untuk memberikan kepuasan kepada wisatawan dan pengunjung, urai Simon panjang lebar dalam keterangan pers yang disampaikannya di hadapan wartawan.

Selain menyampaikan pujian dan ungkapan rasa kagum terhadap keindahan panorama alam Pulau Tinabo, Simon juga tak luput menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan atas segala antusiasme jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar mulai dari rangkaian kegiatan penyambutan di Pelabuhan Ferry Pamatata sampai dengan diakhirinya, penyelenggaraan rapat koordinasi (rakor DPT) dan data persiapan pemilih pindahan (DPPh) hari ketiga di Pulau Tinabo.

Jajaran KPU Tanah Toraja Utara bersama rombongan merasa sangat puas dan bahagia bisa bersama-sama dengan para pimpinan KPU kabupaten kota lain di Sulawesi-Selatan. (**)

Menteri PPN/Kepala Bappenas Jadi Pembicara Pada Acara Sustainable Futures International Congress

Potolotepo, Jakarta | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjadi pembicara dalam acara Sustainable Futures International Congress (SUFCON) dengan tema “Adopting Quintuple Helix Perspective for Sustainable Development” yang diselenggarakan secara virtual, pada hari Selasa, 17 November 2020. Dalam kesempatan ini Menteri Suharaso menyampaikan pidato singkat dengan topik ‘Current and Future Strategies of Government for Sustainable Development’.

Dalam pidatonya, Menteri menyampaikan bahwa secara historis krisis selalu membuat perubahan besar. Seperti halnya dampak krisis yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19. Krisis memaksa kita untuk menyadari apa yang salah dan apa yang harus diperbaiki agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“COVID-19 menjadi seruan bagi kita semua untuk lebih melestarikan bumi dan lingkungan alam, karena para ilmuwan telah menghubungkan degradasi lingkungan dengan penyebaran penyakit zoonosis. Bumi kita sekarang mendukung hampir 8 miliar orang dengan segala dinamikanya, dan pada titik tertentu ia sedang mencapai ‘titik kulminasi’,” ungkap Menteri.

Populasi manusia diproyeksikan akan mencapai 9 miliar penduduk dalam 17 tahun ke depan. Pada titik itu, kebutuhan pangan, air, dan energi akan semakin langka. Jika hal dasar tersebut tidak ditangani dengan baik maka akan terjadi krisis di masa depan.

Pandemi ini juga memaksa dunia untuk memperlambat aktivitas manusia dan memikirkan kembali konsekuensi dari eksplorasi alam yang tidak berkelanjutan. Pandemi memang membuat dunia terhenti tetapi biaya ekonomi yang besar memaksa masyarakat untuk bangkit kembali dan belajar untuk hidup berdampingan dengan virus.

“Pandemi ini adalah contoh yang baik untuk menjelaskan bahwa ceteris paribus tidak berlaku untuk dunia kita saat ini. Krisis kesehatan telah menimbulkan efek domino pada aspek kehidupan manusia lainnya. Runtuhnya bidang kesehatan berdampak pada aspek sosial dan ekonomi, seperti: pariwisata, transportasi, konstruksi, manufaktur, keuangan dan lain sebagainya,” ujar Menteri.

Saat ini, dimana krisis telah mebawa dampak yang signifikan bagi kehidupan kedepannya, maka program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SGDs) yang telah dicanangkan pemerintah sebagai bentuk komitmen terhadap program dunia menjadi sangat relevan untuk diimplementasikan.

Menteri mengingatkan bahwa SDGs pada dasarnya merupakan kerangka kerja bagi semua pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun non-pemerintah di seluruh dunia untuk menjalani kehidupan yang berkelanjutan. Bagaimana pemerintah memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan masa depan. Jika SDGs dilaksanakan secara konsisten oleh semua negara, maka keberlanjutan Bumi sebagai tempat yang layak huni bagi semua bisa lebih terjamin.

“SDGs menjadi implementasi gerakan bersama antara pemerintah dan pemangku kepentingan, pembangunan tidak mungkin berhasil jika hanya dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, perlu bekerja sama dengan dunia usaha, filantropis, dan organisasi kemasyarakatan, serta media dan perguruan tinggi untuk mencapai SDGs,” kata Menteri.

Pemerintah telah menyusun program SDGs ini ke dalam dokumen RPJMN 2020-2024. Pada RPJMN 2014-2019, jumlah target SDGs sebanyak 94 target. Kemudian untuk RPJMN 2020-2024 target SDGs ditingkatkan menjadi 124 target.

“RPJMN menjadi acuan utama kementerian / lembaga dan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan. Artinya, melaksanakan SDGs sebenarnya adalah melaksanakan agenda pembangunan nasional,” tambah Menteri.

Sebagai bagian dari implementasi SDGs di Indonesia, Rencana Aksi Nasional SDGs 2020-2024 yang baru, akan segera diselesaikan. Pengembangan rencana aksi SDGs yang baru, akan melibatkan semua pemangku kepentingan secara inklusif. Saat ini implementasi SDGs sedang dalam proses penyelesaikan pendanaan anggaran. Pendanaan ini kemudian akan diintegrasikan dengan sistem monitoring dan evaluasi elektronik (e-monev) yang dapat memantau kemajuan implementasi program SDGs.

Kementerian PPN/Bappenas yang ditugaskan sebagai Koordinator Nasional pelaksana SDGs, telah mengembangkan dashboard pencapaian SDGs untuk memantau kemajuan indikator SDGs berdasarkan tujuan di tingkat nasional dan daerah. Hal ini tentunya berguna untuk transparansi pencapaian SDGs yang didukung oleh data yang kuat dan mutakhir, karena tersedia untuk umum.

Terakhir, Menteri juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan juga peserta kongres ini untuk membantu mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk masa depan. (**)

Empat Issue Pemdes Disampaikan SAM ke Menteri Desa Saat Raker Evaluasi Anggaran 2020

Potolotepo, Jakarta | Pada rapat kerja antara Komisi V DPR RI dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT), Syahrul Aidi Maazat (SAM) sebagai anggota Komisi V menyampaikan beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan oleh Menteri Desa PDT dan jajarannya terkait pelaksanaan dan pengelolaan pemerintahan desa se-Indonesia.

Rapat dengan materi evaluasi pelaksanaan APBN 2020 dan Penyampaian Laporan hasil kunjungan kerja reses dan spesifik Komisi V DPR RI tahun 2020 yang dilaksanakan pada Rabu (18/11/2020) ini dihadiri oleh anggota Komisi V DPR RI beserta Menteri Desa PDT beserta jajarannya.

Setidaknya ada empat issue menarik yang disampaikan oleh SAM kepada Mendes, yaitu pertama terkait tentang jomplangnya anggaran Kementerian Desa PDT dibandingkan dengan mitra komisi V lainnya. Dan dia secara pribadi mendukung agar anggaran Kementerian Desa PDT tahun anggaran 2021 agar dinaikkan.

“”Karena kita lihat kemarin ada program cukup bernas yang mesti dapat anggaran namun karena ada keterbatasan anggaran, maka diharapkan untuk tahun berikutnya mesti dapat dukungan anggaran yang lebih memadai. Dan saya secara pribadi sebagai mitra Komisi V mendukung agar anggaran Kementerian Desa tahun 2021 ditingkatkan” kata Syahrul Aidi Maazat atau SAM ini.

Kedua, tidak teraturnya pencairan anggaran dana desa setiap tahunnya. Bahkan terkadang dana desa itu pada tahap akhir baru ditransfer pada bulan Desember setiap tahunnya. Sehingga banyak kades yang takut untuk menggunakan anggaran tersebut.

“Dan itu mereka ragu, antara mau mencairkan dana untuk dilaksanakan atau tidak. Jika mereka laksanakan tidak akan selesai. Jika tidak dilaksanakan maka program mereka tidak terealisasi.” kata SAM lagi.

Kemudian evaluasi ketiga, SAM menyoroti gaji kepala desa yang tidak sesuai dengan beban dan tanggung jawab seorang kades. Sebagaimana diketahui, gaji kades itu adalah 2,5 juta per bulannya. Nilai tersebut tidak sesuai dengan beban sebagai penanggung jawab anggaran atau pelayanan kepada masyarakat.

“Kades menerima tamu dari masyarakat, pejabat daerah, LSM, camat hampir tiap harinya. Sementara anggaran ini tidak ada diregulasi oleh Kemendesa. Maka harapan saya, Kemendesa dapat mencarikan solusi dan membuat regulasi agar beban Kades ini ada solusinya” terang pria yang merupakan tamatan Universitas Al Azhar Mesir ini.

Sedangkan evaluasi yang ke empat, SAM menyoroti tentang kiprah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang tidak tepat sasaran. Dia menilai Bumdes harusnya tidak menjadi kompetitor bagi pelaku usaha di desa. Bumdes harus menjadi pendorong pelaku usaha agar makin mapan usahanya.

“Contoh, Bumdes itu ada yang membuat mini market, yang masyarakat juga membuat mini market. Harusnya Bumdes bukan saja berpikir mendapat untung, namun juga menggiring masyarakat agar berusaha. Jadi Bumdes dapat membantu masyarakat dalam berusaha, bukan menyaingi masyarakat dalam berusaha.” terang SAM lagi. (**)

Unit Reskrim Singingi Menangkap 2 Pelaku Curanmor

Potolotepo, Riau | Dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditangkap Unit Reskrim Singingi dan Sat Reskrim Polres Kuantan Singingi (Kuansing) di dua tempat berbeda. Kedua pelaku bernama Suhen dan Pinan.

Awalnya pelaku Suhen ditangkap di KM 2 Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Senin 16 November 2020, Pukul 22.00 Wib. Pelaku Suhen merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) perkara Curanmor Unit Reskrim Singingi dan Sat Reskrim Polres Kuansing.

Saat dilakukan pengembangan, pelaku Suhen mengaku bahwa ada temannya bernama Pinan melakukan pencurian 1 (satu) unit sepeda motordi Desa Logas Hilir Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing.

Sementara pelaku Pinan ditangkap di Basrah Kecamatan Kuantan Hilir, Selasa 17 November 2020, sekira Pukul 03.00 wib. Dari tangan pelaku berhasil disita sepeda motor tersebut.

Adapun yang menjadi korban dalam perkara ini adalah Nurlela warga Desa Logas Hilir Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing.

Barang Bukti (BB) diamankan 1 unit Sepeda Motor Vario Nopol BM 4559 KT Warna silver Biru. Saat ini kedua pelaku sdh ditahan di Polsek Singingi guna proses penyidikan lebih lanjut. (Anhar Rosal)

Satpolairud Polres Sinjai Gelar Donor Darah Dalam Rangka Memperingati HUT ke-70

Potolotepo, Sinjai | Satuan Polairud Polres Sinjai menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polairud Ke-70 Tahun 2020, bertempat diaula parama satwika Mapolres Sinjai. Rabu (18/11/2020).

Kegiatan donor darah tersebut diikuti oleh Personil Polres Sinjai, Kodim 1424 Sinjai, dan Sat Pol.PP Sinjai.

Dalam kegiatan donor darah tersebut, sebelum pendonor mendonorkan darahnya, terlebih dahulu diperiksa kondisi kesehatannya, seperti dilakukan pengecekan suhu tubuh, timbang berat badan, cek tekanan darah, dan pemeriksaan hemoglobin (HB).

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam kegiatan sosial tersebut juga dilakukan penerapan Standar Oprasional Prosedur (SOP) kesehatan terkait pencegahan penularan covid-19. Untuk semua tenaga kesehatan dan pendonor juga diwajibkan agar menggunakan masker, menerapkan jaga jarak fisik atau Physical Distancing.

Pada pelaksanaan donor darah tersebut, Personel mengatur waktu masuk ke ruangan donor secara bergiliran dan yang lebih penting personil yang hendak mendonorkan darahnya telah di pastikan sehat fisik.

Sementara itu, Kapolres Sinjai Akbp Iwan Irmawan, S.Ik.,M.Si melalui Kasat Polair Polres Sinjai Akp Andi Ikbal mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan HUT Polairud Ke-70 Tahun 2020 dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah. Dan pelaksanaannya sesuai protokol kesehatan cegah Covid-19.

“Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan wujud kepedulian Polres Sinjai, dengan harapan semoga sumbangan darah yang diberikan dapat bermanfaat dan dapat digunakan bagi masyarakat yang membutuhkan khususnya masyarakat yang ada diwilayah Kabupaten Sinjai. Tuturnya

“Donor darah ini sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan bagi yang membutuhkan darah, karena setetes darah sangat bermanfaat bagi kehidupan,” Ujarnya.

Pelaksanaan donor darah ini, Polres Sinjai bekerjasama dengan RSUD Sinjai, dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Sinjai. (**)

Dinkes Enrekang Gelar Pelbagai Kegiatan Pada Puncak HKN ke-56

Potolotepo, Enrekang | Dinas Kesehatan Pemkab Enrekang memperingati puncah Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56, Senin 16 November 2020. Sejumlah kegiatan dikemas dalam bingkai ‘Aksi Konvergensi Pencegahan Covid-19.

HKN ke-56 mengusung tema besar “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”. Oleh sebab itu, Dinkes mengemas peringatan HKN dengan melibatkan lintas sektor, baik dari pihak Polres, TP PKK, Dharmawanita, Puskesmas dan masyarakat umum.

“Peringatan HKN tahun ini berbeda, sebab kita sedang menyatukan sumberdaya melawan pandemi ini. Karenanya, HKN kita laksanakan dengan sederhana dan bermakna,” jelas Kadis Kesehatan Enrekang Sutrisno, SKM., MM.

Kegiatan diisi dengan kampanye 3M, serta bagi-bagi masker secara serentak di 12 Kecamatan dan 14 Puskesmas se Kabuapten Enrekang. Tempat yang disasar mulai dari pasar, pinggir jalan protokol, sekolah, kampus, perkantoran dan pusat keramaian lainnya.

Masker tersebut merupakan bantuan dari Kementrian Kesehatan, sesuai standar WHO, 3 lapis dan merupakan produk dalam negeri dari UMKM binaan Kemenkes.

“Harapan kami, dengan aksi terkonvergensi bersama semua lapisan masyarakat, lintas sektor, tokoh agama, pihak keamanan, ormas, organisasi pemuda dan kita semua, untuk membulatkan tekad hidup sehat, menjadi kunci pencegahan covid -19,” urai Sutrisno.

Dia mengobarkan semangat jajarannya, agar tidak kendor untuk tetap mewujudkan Enrekang yang sehat, maju aman, sejahtera serta religius. “Untuk mewujudkan hal itu tentunya dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan,” ajaknya.

Hj.Johra MB selaku Ketua TP PKK Enrekang, menyerahkan baju Germas dan masker secara simbolis kepada 3 orang tenaga kesehatan. Ini, kata Johra, adalah simbol kesiapan dan kesatuan tekad mewujudkan Enrekang sehat.

Johra memberikan pesan penting, yaitu jaga diri, keluarga dan masyarakat dari covid, berarti membantu menyelamatkan bangsa.

“Kami mengimbau agar semua jajaran PKK baik di Kecamatan hingga Desa/Kelurahan untuk menjadi pelopor gerakan hidup sehat, terutama memakai masker,” urai Johra.

Perayaan HKN -56 Tk.Kab.Enrekang dilanjutkan dengan memberikan tepuk tangan 56 detik. Aksi ini sebagai apresiasi bagi tim Dinas Kesehatan yang memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat baik pencegahan dan penanganan Covid-19. (humas/**)

Jaga Silaturahim, Babinsa Koramil 0910-03/Malinau Kota Rutin Berkunjung ke Tokoh Masyarakat

Potolotepo, Malinau | Untuk menjaga tali silahturahmi antara aparat kewilayahan dan para Tomas, Toga, Todat, Toda serta komponen masyarakat lainnya, Sertu Safriansyah Babinsa Koramil 0910-03/Malinau Kota, Kodim 0910/Malinau selalu rutin berkunjung ke para tokoh diwilayah binaanya.

Hal tersebut dilakukan guna saling memberikan informasi, mengetahui perkembangan dan situasi diwilayahnya yang menjadi tugas dan tanggung jawab Babinsa.

Pada kesempatan ini Sertu Safriansyah Berkunjung kerumah Bapak H.Abdul Muthalib salah satu tokoh adat Tidung di Rt 08 Tanjung Belimbing Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Sabtu (14/11/2020).

Bapak H.Abdul Muthalib selaku tokoh adat juga mewakili warga Rt 08 sangat berterima kasih kepada Koramil 0910-03/Malinau Kota khususnya Babinsa yang selalu berkunjung ke Rw. 08 sehingga masyarakat merasa nyaman.

” Saya harapkan segala permasalahan seperti keamanan dan ketertiban masyarakat akan lebih terjamin dengan adanya Babinsa yang selalu ada ditengah-tengah masyarakat ” tambahnya. (Ezl)

Sumber : Pendim 0910

Pemko Medan Terima Kunjungan Kerja DPRD Kota Lhokseumawe

Potolotepo, Medan | Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT diwakili Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane menerima rombongan DPR Kota (DPRK) Lhokseumawe di Balai Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/11).

Selain bersilaturahmi, kedatangan mereka juga ingin menggali informasi terkait tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan Pemko Medan selama ini.

Rombongan wakil rakyat yang berjumlah 15 orang tersebut dipimpin Ketua DPRK Lhoukseumawe Ismail bersama Wakil Ketua T Sofianus, Ketua Panita Legislasi Azhari T Ahmadi, serta Wakil Ketua Panitia Legislasi Sudirman Amin. Mereka memilih Kota Medan sebagai tujuan kunjungan kerja karena perkembangan pembangunan yang dilakukan sangat signifikan.

Kepada Arrahman, Ismail mengawali pertemuan dengan menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan Pemko Medan. Dia berharap, pertemuan ini dapat memberikan banyak saran, masukan dan ilmu sehingga nantinya dapat diterapkan di Kota Lhokseumawe. “Kami ingin Kota Lhokseumawe juga maju seperti Kota Medan,” kata Ismail.

Selanjutnya, Ismail mengungkapkan, mereka memilih Kota Medan sebagai tujuan kunker karena menilai ibu kota Provinsi Sumatera Utara memiliki perkembangan pembangunan yang cukup signifikan. “Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, kami yakin banyak pembelajaran yang bisa kami serap untuk kemudian diaplikasikan guna meningkatkan mutu dan kualitas tata kelola pemerintahan di Kota Lhokseumawe,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Humas Arrahman Pane mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan di Kota Medan. Kemudian, Arrahman juga menyampaikan ucapan terima kasih karena telah memilih Kota Medan sebagai tempat kunker. Di hadapan seluruh rombongan, Arrahman selanjutnya menyampaikan secara singkat tentang profil Kota Medan yang terdiri dari 21 kecamatan, 151 kelurahan dan 2001 lingkungan dengan luas wilayah mencapai sekitar 265,1 km persegi.

“Untuk jumlah penduduk, Kota Medan didiami sebanyak 2,4 jiwa dengan arus komuter lebih dari 500 ribu orang perharinya. Kota Medan juga dikenal sebagai kota multikultural karena terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama. Namun, seluruh masyarakat dapat hidup berdampingan dalam bingkai kerukunan,” jelas Arrahman.

Dalam tata kelola pemerintahan, lanjut Arrahman, Pemko Medan telah menerapkan sistem tata kelola dan layanan berbasis elektronik. “Sebagai contoh, Pemko Medan memiliki sistem Area Traffic Control System (ATCS) untuk melihat arus lalu lintas Kota Medan. Selain itu juga memiliki Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR) yang terintegrasi ke pemerintah pusat,” ungkapnya.

Terakhir, Arrahman menuturkan bahwa sebagai perwujudan smart city, Pemko Medan juga telah memiliki Command Center yang menyimpan data tentang Kota Medan. “Kami harap, informasi yang disampaikan dapat bermanfaat sekaligus menjadi inspirasi dalam memajukan Kota Lhokseumawe,” harapnya.

Pertemuan yang berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan itu, dipungkasi dengan saling bertukar plakat sebagai bentuk ucapan terima kasih kedua belah pihak foto bersama. (Ezl)

Jaga Stamina, Anggota dan PNS Kodim 0910/Malinau Main Bola Volly

Potolotepo, Riau | Dengan berolah raga adalah salah satu cara untuk menjaga imun (daya tahan tubuh ) Agar Terhindar dari Covid -19.

Cara ini dilakukan oleh anggota beserta PNS Kodim 0910/Malinau bersama-sama melaksanakan olahraga umum bola Volly di lapangan Makodim Jalan Pusat Pemerintahan, Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten, Malinau, Kalimantan Utara, Jum’at (13/11/2020).

Kegiatan diawali dengan apel pagi oleh seluruh anggota dan dilanjutkan dengan senam pemanasan. Senam pemanasan wajib dilakukan untuk melenturkan bagian-bagian otot dan persendian, serta mencegah resiko cidera yang mungkin bisa terjadi saat pelaksanaan olahraga voli.

Komandan Kodim 0910/Malinau Letkol Inf Sofwan Nizar S.Sos.,M.Han melalui Pjs Pasiops Letda Inf M.Yusuf menyampaikan, ditengah Pandemi Covid-19 anggota harus rajin berolahraga guna menjaga kebugaran maupun imun (daya tahan tubuh) agar tidak mudah terserang Covid -19.

M.Yusuf menambahkan, dengan berolahraga selain badan menjadi bugar dan bisa menangkal berbagai penyakit, ada komunikasi intensif antar anggota sehingga terjalin hubungan yang makin akrab.

” Selain sehat, dengan bermain Volly juga akan lebih meningkatkan kebersamaan dan kekompakan anggota, sehingga bisa mendukung dalam pelaksanaan kegiatan maupun tugas sehari-hari.” (Ezl)

Sumber : Pendim 0910